Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Bank Kalsel memilik fungsi ganda, bukan saja sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian daerah tetapi juga sebagai kas daerah, disamping sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata seorang pejabat bank itu.
"Untuk menjalankan fungsi tersebut maka Bank Kalsel melakukan kegiatan usaha perbankan baik berdasarkan prinsip konvensional, maupun melalui syariah," kata Direktur Bank Kalsel Juni Rif`at yang didampingi Pimpinan Divisi Perencanaan dan Strategi M Fauzan Noor, Minggu.
 Sebagai pendorong ekonomi daerah, Bank Kalsel sudah berbuat banyak antara lain memberikan modal bantuan terhadap peningkatan pembangkit listrik PT PLN Wilayah Kalselteng dengan pinjaman bunga kecil ratusan juta rupiah.
Dengan adanya pinjaman tersebut maka PT PLN setempat sudah mampu meningkatkan daya yang akhirnya mengurangi terjadinya "byar pet" (pemadaman) listrik yang pada gilirannya pula menggairahkan perkembangan industri di berbagai sektor.
Selain itu Bank Kalsel juga memberikan bantuan modal bagi peningkatan pelayanan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin, yang gilirannya pula sekarang hampir seratus persen masyarakat perkotaan terlayani air bersih, akhirnya investasi berbagai sektor yang mendorong ekonomi daerah pun meningkat pula.
Belum lagi pemberian kredit atau pinjaman yang disalurkan hingga kini mencapai Rp6,9 triliun dengan total laba Rp170 miliar atau meningkat 40,52 persen yang membuktikan kinerja Bank Kalsel telah membaik dibandingkan masa sebelumnya.
Berdasarkan catatan kredit Bank Kalsel lebih ditekankan kepada usaha mikro yang kisaran hanya sekitar Rp10 juta, tetapi ada pula hingga Rp200 miliar.
Kredit itu ada yang hanya untuk tukang bakso, pedagang es kelapa, kelontongan, hingga kredit besar seperti pembiayaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan lainnya itu.
Sebagai lembaga pemegang kas daerah, maka dana-dana yang diperoleh oleh Pemprov Kalsel, dan 13 pemerintah kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini disimpan di lembaga ini untuk sewaktu-waktu digunakan bagi keperluan atau belanda pemerintah tersebut, yang sekaligus sebagai pemegang saham bank ini, tambah Juni Rifat.
Selain pemberian kredit Bank Kalsel juga menyimpan dana masyarakat termasuk modal pemerintah yang hingga saat ini telah mencapai triliunan rupiah.
Dari modal tersebut yang diusahakan hingga memperoleh laba dan laba itu pula yang kemudian dibagikan kepada pemerintah daerah sebagai Pendapan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut diatas juga disampaikan pimpinan Bank Kalsel ini saat pertemuan dengan Bank Kalsel dengan Bank Pembangunan Daerah Yogyakarta (BPD DIY) yang berlangsung di kantor BPD DIY Jogyakarta, Jumat (23/8) lalu.
Bahkan hal itu juga disampaikan saat kegiatan `media gathering` yang melibatkan 13 wartawan media cetak dan elektronik Banjarmasin sebagai media partner Bank Kalsel.
Keberangkatan rombongan Bank Kalsel ke Yogyakarta 21-23 Agustus 2014 bersama wartawan melakukan media gathering di Hotel Ibis Melioboro Jogyakarta, rombongan sempat mengunjungi pelukis kenamaan Joko Pekik.
 Wartawan yang ikut kegiatan tersebut masing-masing media Kalimantan Post, Media Kalimantan, RRI, Banjarmasin Post, Barito Post, Banjar TV, Duta TV, Antara News, Radar Banjarmasin, Mata Banua, Abdi Persada, Smart FM, dan LPP TVRI. Â
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.