Oleh Sukarli
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 49 Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Basirih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendapat pelajaran atau pembekalan bagaimana cara memadamkan kobaran api secara dini dengan karung basah.
Pembelajaran penanggulangan kebakaran itu di kantor Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu, kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin Zukiansyah.
Ke- 49 Ketua RT yang hadir sudah cukup memahami bagaimana menggunakan alat tradisional, berupa karung goni basah untuk memadamkan api secara dini.
"Sebab kita gelar juga prakteknya tadi, dan banyak yang berhasil saat mencobanya," ujarnya.
Diajarkan kepada mereka, lanjutnya, memadamkan api secara dini itu ditekankan agar jangan panik, dan bertindak cepat supaya tidak sampai membesar dengan cara menutupnya dengan karung basah. "Bisa juga dengan kain basah yang agak tebal," tuturnya.
"Dengan seketika atau sekian detik hal semacam itu harus dilakukan tindakan, sebab bila api sampai membesar, sudah sangat sulit ditanggulangi lagi," katanya.
"Intinya tetap tenang dan jangan panik, itulah yang kita ajarkan kepada para Ketua RT tersebut," lanjutnya seraya menambahkan, gelar pembelajaran serupa akan dilakukan di Kelurahan Mawar Banjarmasin.
Ia mengharapkan, pengetahuan penanggulangan bencana tingkat B yang diperoleh ketua RT diberitahukan lagi kepada warganya. "Kalau bisa diperaktekkan lagi sebagaimana kita ajarkan tadi," ujarnya.
"Khususnya kepada ibu-ibu ruma htangga, pengetahuan memadamkan api dini secara mandiri ini sangat penting. Sebab para istri biasanya yang berada di rumah," ungkapnya.
Ia menyatakan, kegiatan sosialisasi meningkatkan SDM untuk penanggulangan bencana kebakaran sudah dilakukan pada 14 kelurahan, dan rencananya tahun ini 20 kelurahan di Banjarmasin.
Program sosialisasi tersebut sebagai langkah untuk meminimalkan terjadinya kebakaran di daerah ini. Selain cara menanggulagi, terus juga dipesankan untuk terus waspada dan menghindari hal yang bisa memicu kebakaran.
"Sebab sering terjadinya kebakaran di daerah kita karena keteledoran, misalnya tidak ingat mematikan kompor, lilin dan obat nyamuk saat pergi meninggalkan rumah. Yang paling sering karena arus pendek, sebab kabal listrik rumah yang tidak standar," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Basirih M Tasrifin Noor menyatakan, sangat pentingnya pengetahuan terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran disosialisasikan ke warganya, sebab daerahnya masuk kawasan padat penduduk.
 "Apalagi daerah kita ini kawasan pinggir sungai, sangat padat perumahan yang bahan bangunannya dari kayu, sehingga rawan bencana kebakaran," ucapnya.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.