Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Selatan Hermansyah Manap berpendapat, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak sesuai nilai budaya Indonesia.


"Setiap yang tak sesuai nilai budaya Indonesia tak akan bisa tumbuh dan berkembang, karena akan mendapat tantangan," ujarnya, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu.

"Apalagi ISIS yang menggunakan kekerasan dalam memaksakan kehendak, maka cara itu jelas bertentangan dengan Islam yang cinta damai," lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.

Oleh sebab itu, mantan Kepala Biro Humas pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel tersebut mengimbau masyarakat, terutama kaum Muslim tak perlu resah dengan isu keberadaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Ia menyatakan, berdasarkan pantauan jajaran kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol) sampai saat ini belum ada menemukan atau menerima laporan resmi tentang keberadaan ISIS di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.

Namun pejabat eselon II yang menyandang gelar insinyur itu mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan kepada pihak berwenang manakala mengetahui keberadaan ISIS di Kalsel.

"Kita jangan bersikap anarkhis bila mengetahui adanya ISIS, tapi serahkan kepada pihak berwajib atau kepolisian untuk menangani agar daerah kita tetap dalam keadaan kondusif," demikian Hermansyah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel H Budiman Mustafa mengingatkan, selain mewaspadai keberadaan ISIS, agar kaum Muslim juga terus mendeteksi gerakan tersebut.

Sebab, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tidak tertutup kemungkinan gerakan ISIS tersebut sengaja dilakukan orang-orang/kelompok tertentu untuk menyudutkan Islam.

"Tidak tertutup kemungkinan pula ISIS itu sebuah gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menanfaatkan orang-orang Islam dan berkedok Islam," ujarnya.

  "Dengan isu ISIS itu pula, kaum Muslim di Indonesia selalu dibayang-bayangi permasalahan, sehingga Islam tak bisa berkembang pesat di Indonesia," demikian Budiman.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026