"Jangan karena di penghujung masa bakti dan tidak terpilih lagi menjadi anggota DPRD Kalsel, lalu malas-malasan," tandas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu, di Banjarmasin, Senin.
"Kalau bisa mari kita tunjukan pengabdian yang terbaik menjelang akhir masa bakti, agar kesan baik pula sebagai wakil rakyat," lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Anggota DPRD Kalsel dua periode dari PDI-P itu mengaku sedih melihat teman-temannya sesama anggota dewan yang terkesan loyo, apalagi mereka yang tidak terpilih kembali menjadi wakil rakyat tingkat provinsi tersebut.
"Padahal kami dari Badan Kehormatan (BK) secara lisan dan kekeluargaan sudah berulang kali mengingatkan anggota DPRD Kalsel agar menunjukan kinjerja yang terbaik menjelang akhir masa bakti," tuturnya.
Kader PDI-P yang menyandang gelar sarjana hukum, serta magister ilmu hukum dan kenotariatan itu menunjuk diri sendiri, tetap berusaha aktif melaksanakan tugas kedewanan, walau pada Pemilu legislatif (pileg) lalu tidak terpilih lagi.
"Saya berharap, teman-teman yang lain juga mempunyai sikap dan cara pandang yang sama dalam melaksanakan amanah rakyat pada Pemilu legislatif 2009," demikian M Zaini.
Sementara itu, anggota BK DPRD Kalsel Habib Hasan Al Habsyie dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enggan berkomentar terhadap anggota dewan lainnya yang belakangan kurang menunjukan keaktifannya.
"Persoalan aktif atau tidak aktif melaksanakan tugas-tugas kedewanan, itu terpulang kepada diri pribadi masing-masing," jawabnya singkat dari kader PKS yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kalsel periode 2014 - 2019 itu.
"Aku malas memberi komentar. Karena aku belum tentu lebih baik dari mereka (yang kita komentari)," demikian Habib Hasan.
Dari 55 anggota DPRD Kalsel periode 2009 - 2014, hanya sepuluh orang yang terpilih kembali sebagai anggota legislatif tingkat provinsi tersebut pada pileg April lalu.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.