Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok pencinta alam dari berbagai universitas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membagikan bibit pohon kepada masyarakat yang melintas di sepanjang siring sungai Martapura, kota setempat.
Ketua Pelaksana Peringatan Hari Bumi Arif Nur Budiman di Banjaramsin, Jumat, mengatakan, pembagian lima ribu bibit pohon tersebut menjadi salah satu kegiatan utama agar masyarakat sadar tentang pentingnya pohon bagi masa depan.
"Pembagian pohon, juga sebagai wujud keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Kalimantan Selatan yang kini rusak akibat alih fungsi lahan," kata dia.
Selain membagikan bibit pohon, mahasiswa juga menaburkan berbagai jenis benih ikan patin, nila, dan lainnya di Sungai Martapura untuk mengembalikan spesies ikan yang hampir punah di sungai kebanggaan warga tersebut.
"Sebelum menebar benih ikan kita juga melakukan aksi bersih-bersih sungai Martapura," katanya.
Sebelum puncak peringatan, Mapala (mahasiswa pencinta alam) Uniska juga menggelar Galon Rafting Competition 2011 yang diikuti Mapala dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain mapala, beberapa mahasiswa lainnya juga memperingati hari bumi dengan memungut sampah sebagai salah satu upaya untuk memberikan contoh tentang pentingnya menjaga kebersihan.
Sebelumnya mereka berjalan kaki dari kampus Stienas Jalan Soetoyo S, R Soeprapto, AS Musyaffa, Jalan Sudirman memungut sampah sepanjang jalan. Selama perjalanan mereka menenteng kantong plastik untuk menampung sampah-sampah tersebut.
Peringatan hari bumi juga dimeriahkan grup musik Cathuk Percussion yang memainkan perkusi sambil dan menggunakan busana dari daun kelapa di taman siring Sungai Martapura.
Aksi yang dilakukan oleh anggota Cathuk tersebut cukup menarik perhatian warga karena busana yang dipakai cukup unik, yaitu daun kelapa kering dibuat rok, sedangkan bagian atas diberikan warna putih.
Dalam aksi yang digelar Himasindo dan Cathuk Percussion tersebut mereka menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi alam bumi Kalimantan Selatan yang sudah sangat mengkhawatirkan.
Sebelumnya, Mahasiswa Fisip Unlam juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan tentang kondisi lingkungan Kalsel yang juga mulai rusak, dan harus segera mendapatkan perhatian semua pihak.(B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.