Pencarian korban tenggelamnya perahu warga akibat diterjang puting beliung di Rantau Bujur Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengan, Rainah (25th) sbelum membuahkan hasil.
Tim Sar Pasopati yang menerjunkan 17 personil ditambah sar dari Kandangan dan Balakar 654 Murakata terus melakukan pencarian di rawa sungai Buluh Rabu (20/4/2011).
Menurut Taspudin Ketua Tim Sar Pasopati, pencarian korban telah dilakukan sejak selasa malam jam 19.30 hingga rabu sore jam 18.30, luasnya daerah rawa ditambah medan berat yang dipenuhi tanaman eceng gondok makin menyulitkan menemukan korban.
Apalagi jarak menuju lokasi sekitar 30 km dari Barabai, dan jalan darat dari Sungai Buluh ke Rantau Bujur rusak berat, jalannya berlubang dan tergenang hampir setinggi lutut tapi ini tidak menyurutkan Langkah Tim Sar untuk melakukan bantuan.
"Biasanya dalam waktu kurang lebih 36 jam kita sudah dapat menemukan korban, namun karena tertutup aceng gondok bisa saja jenazah korban tersembunyi di bawahnya dan tidak mengambang" katanya.
Diterangkan H Bahrudin Kerabat korban, sebelumnya Mahlina (45), Rainah (25) dan Muhammad Yamin (3th) yang tinggal di desa Tabat Batang Banyu Hanyar yang merupakan satu keluarga (ibu, anak dan cucu) mengunjungi H Norani (65 th) paman Mahlina yang sakit stroke di Rantau Bujur menggunakan perahu kecil yang dimotori Rainah.
Sekira jam 17.30 wita Mahlina dan keluarga berpamitan untuk pulang, tak ada firasat keluarga musibah akan terjadi. Tak berselang lama sekira lima belas menit kemudian tiba-tiba angin bertiup dengan kencang, keluarga jadi cemas dan mencoba menghubungi ponsel Rainah tapi tak dijawab.
Takut terjadi hal yang tak diinginkan, H Bahrudin dan keluarga segera menyusul korban, saat ditemukan dua korban Mahlina dan M Yamin cucunya sudah dalam keadaan tak bernyawa dan mengambang sementara Rainah tak ditemukan.
Menurut Pambakal Rantau Bujur, Iberahim pemakaman dua korban angin puting beliung telah dilaksanakan Rabu (20/4/2011) jam 11.30 wita dalam suasana duka yang mendalam, ditambah lagi jam 14.00 wita H Norani yang dikunjungi para korban meninggal pula karena stroke yang dideritanya.
Suami Rainah, Bahrani terlihat masih syok dan belum dapat memberikan keterangan begitupun suami Mahliana Harli tampak pasrah menerima musibah, Tim Sar dan Masyarakat pun tetap melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian yang berjarak satu kilo meter dari Rantau Bujur.(Fathur/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.