Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Dyan Pramono Effendy mengungkapkan, nilai tukar petani di provinsinya dalam tiga bulan terakhir hingga Juni 2014 terus menurun.
"Kalau bulan sebelumnya (Mei) mengalami penurunan dibandingkan dengan April 2014, pada Juni lalu juga turun dibandingkan Mei 2014," ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin, Selasa.
Pada Juni 2014 Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel tercatat 99,12 atau turun 0,23 persen dibandingkan NTP Mei 2014, lanjutnya didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial BPS tingkat provinsi tersebut Agnes.
Turunnya NTP Kalsel Juni 2014 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,59 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,82 persen.
Dilihat dari subsektornya, tiga subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP, dan dua subsektor mengalami kenaikan NTP pada Mei 2014.
Subsektor pertanian yang mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan turun 0,31 persen, Holtikultura 1,42 persen, dan subsektor perikanan turun 0,38 persen.
Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 0,36 persen, dan peternakan sebesar 0,22 persen.
Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada Juni 2014, yaitu terjadinya inflasi pedesaan di Kalsel sebesar 1,00 persen akibat naiknya indeks pada subkelompok bahan makanan sebesar 1,99 persen, serta subkelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,39 persen.
Selain itu, yang mengalami kenaikan subkelompok perumahan 0,29 persen, sandang 0,28 persen, kesehatan 0,09 pesen, subkelompok pendidikan, rekreasi & olahraga 0,19 persen, serta subkelomok transportasi dan komunikasi naik 0,32 persen.
Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Juni 2014 sebesar 103,17 atau naik sebesar 0,23 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnnya (Mei).
Pada Juni 2014, secara nasional, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,89 persen, sebaliknya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami penurunan NTP terbesar 1,05 persen.
 Sementara Mei 2014 secara nasional, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,40 persen, sebaliknya Prov Riau mengalami penurunan NTP terbesar yaitu 1,40 persen.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.