Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, tingkat inflasi di provinsi yang terdiri dari 13 kabupaten/kota tersebut pada Juni 2014 mengalami penurunan dibandingkan Mei sebelumnya.


"Tingkat inflasi di Kalsel pada Juni 2014 sebesar 0,81 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi setempat Dyan Pramono Effendy, di Banjarmasin, Selasa.

Bila dibandingkan dengan Mei sebelumnya, tingkat inflasi di Kalsel pada Juni 2014 mengalami penurunan dari 1,04 persen menjadi 0,81 persen atau turun 0,19 persen lebih.

Ia menerangkan, tingkat inflasi Juni 2014 di Kalsel tersebut gabungan dari inflasi di Kota Banjarmasin (ibu kota provinsi) 0,79 persen dan kota Tanjung, ibu kota Kabupaten Tabalong 0,98 persen.

Sementara laju inflasi kumulatif di Kalsel tahun 2014 (Mei 2014 terhadap Desember 2013) 2,53 persen yang sebelumnya sebesar 1,71 persen, dan laju inflasi "year on year" (y-o-y) 6,83 persen sebelumnya 6,54 persen.

Khusus di Banjarmasin yang mandapat julukan kota seribu sungai, pada Juni laju inflasi kumulatif tahun 2014 sebesar 2,42 persen sebelumnya 1,62 persen, dan laju inflasi "y-o-y" 6,81 persen sebelumnya 6,55 persen.

Komoditas atau jasa yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Banjarmasin antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, bahan bakar rumah tangga dan beras.

Sedangkan yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain cabai rawit, emas perhiasan, gula pasir, ikan gabus, anggur, udang basah, melon, sandal kulit, cabai merah dan ikan peda.

Di Kota Banjarmasin dari tujuh kelompok pengeluaran, enam di antaranya mengalami kenaikan indeks harga yaitu bahan makanan 2,13 persen, serta makanan jadi, minuman, rokoh dan tembakau 0,56 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,38 persen, kesehatan 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga 0,05 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,95 persen.

Satunya lagi mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok sandang sebesar 0,15 persen, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Sementara di "kota minyak" Tanjung (236 km utara Banjarmasin) pada Juni 2014 laju inflasi kumulatif tahun 2014 sebesar 4,02 persen sebelumnya 3,01 persen persen) atau lebih tinggi dari Kota Banjarmasin pada bulan yang sama.

Begitu juga lanju inflasi y-o-y di Tanjung tersebut mencapai 7,02 persen sebelumnya 6,41 persen atau lebih tinggi pula dibandingkan dengan kota Banjarmasin.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil tertinggi terhadap inflasi di ibu kota kabupaten yang berbatasan dengan Kaltim dan Kalteng itu selama Juni 2014 antara lain beras, bawang merah, dan daging ayam ras.

Selain itu, ikan kembung/gembung, tomat sayur, semangka, ikan bakar, ikan nila, ikan layang/benggol, dan telor ayam ras.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain kacang panjang, kol putih/kubis, ketimun, daging ayam kampung, ikan bandeng/bolu dan seman.

Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 76 kota mengalami inflasi dan hanya enam kota alami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Ternate, Maluku Utara 1,29 persen, terendah kota Tual, Maluku sebesar 0,06 persen.

  Deflasi terbesar di kota Maumere, Nusa Tenggara Timur sebesar -0,72 persen dan terendah di kota Pamatang Siantar, Sumatera Utara -0, 09 persen, demikian Dyan Pramono Effendy.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026