Negara Indonesia telah kehilangan berkah sehingga kini banyak kejadian-kejadian aneh yang melanda negeri ini, ujar Sekretaris Jendral Nasional Demokrat Pusat, Syamsul Muarif.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan pembekalan kepada anggota dan pengurus NasDem Kabupaten Balangan saat Deklarasi Nasional Demokrat Kabupaten Balangan di Gedung Sanggam, Paringin, Jum'at (15/4).

"Reformasi yang telah dilakukan ternyata tidak berdampak baik untuk masyarakat Indonesia dan bahkan hanya membuat korupsi semakin merajalela," ujarnya.

Menurut dia, tingkah pejabat dan petinggi negara yang hanya mementingkan kepentingan pribadi semata itulah yang akhirnya membuat keberkahan Indonesia menjadi hilang.

"NasDem menawarkan konsep Restorasi Indonesia dengan melakukan perubahan, perbaikan dan pembenahan dibidang ekonomi, pollitik, sosial budaya dan kepemimpinan," katanya.

Ia menambahkan, APBN Indonesia selama kurun waktu 2004-2010 mengalami lonjakan besar sebanyak tiga kali lipat namun tidak berimbas pada kemakmuran rakyat.

"Pada 2004 APBN kita  Rp400 triliun dan meningkat tiga kali lipat pada 2010 menjadi Rp12 ribu trililun tapi jalan-jalan masih banyak yang rusak dan listrik seringkali byar pet," tambahnya.

Kondisi tersebut dinilai sebagai sebuah ketidakmampuan pemerintah dalam mengayomi dan mengupayakan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu adanya restorasi di bidang kepemimpinan.

Hingga akhir 2012 ditargetkan NasDem akan mampu merambah hingga ke pelosok pedesaan dan memiliki jaringan hingga ke seluruh Indonesia.

Dengan pencapaian target jaringan tersebut, maka 2013 nanti semua program-program kemasyarakatan yang telah di susun dapat segera dilaksanakan secara menyeruluh di Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa NasDem bukanlah organisasi politik tapi murni sebagai organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan orang-orang dari latar belakang berbeda tapi memiliki visi yang sama untuk mengadakan perubahan di Indonesia.

"Namun bila anggota NasDem ingin berkecimpung di dunia politik, kita tidak dapat menghalanginya dan akan disalurkan bila memang yang bersangkutan betul-betul bagus," demikian Syamsul Muarif.(Nadfi/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026