Maka teruslah melakukan kebaikan. Biarkan proses alam dan Tuhan yang menilai apa yang telah kita kerjakan dalam tugas pengabdian sebagai anggota Polri,Banjarmasin (ANTARA) - Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pandemi COVID-19, tak ada perayaan khusus yang biasa menampilkan aksi-aksi terbaik insan Bhayangkara ataupun ragam hiburan lainnya.
Seperti yang terlihat di Polda Kalimantan Selatan pada Rabu siang, acara sederhana hanya digelar mengikuti upacara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.
Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri di Mapolda Kalsel, diisi sejumlah forum koordinasi pimpinan daerah Kalsel yang hadir memenuhi undangan Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta untuk bersama-sama menyaksikan dari layar arahan presiden selama upacara.
Usai upacara berakhir, dilanjutkan syukuran secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Di sela santap siang itu, juga diisi penyerahan penghargaan bagi anggota berprestasi oleh Kapolda Kalsel.
Di balik senyum para abdi negara yang mendapatkan reward dari pimpinan Polri tersebut, tentu ada usaha dan perjuangan dalam pengabdian tanpa batas yang telah dilakukan.
Banyak yang telah dikorbankan terutama kehidupan pribadi bagi anggota Polri demi pelaksanaan tugas yang paripurna. Keluarga sudah barang tentu harus mengalah ketika ada panggilan tugas negara.
Tak ada batas waktu siang dan malam, satu minggu bahkan satu bulan bisa tak pulang ke rumah hanya demi rampungnya misi Kepolisian seperti di bidang operasional Reserse Kriminal ataupun Reserse Narkoba mengungkap suatu kejahatan atau tindak pidana.
Dari sejumlah penghargaan yang diserahkan Kapolda Kalsel, ada satu yang paling menonjol yaitu pemberian reward atas pengungkapan penyelundupan sebanyak 208 kilogram sabu-sabu dan 53.969 butir ekstasi.
Jumlah barang bukti yang menjadi rekor tersendiri bagi Polda Kalsel. Bahkan disebut-sebut terbesar di luar Pulau Jawa.
AKBP Budi Hermanto yang memimpin tim pengungkapan di lapangan mengatakan, proses panjang dan sangat melelahkan telah dilalui anggotanya yang total berjumlah 37 orang demi menggagalkan pasokan barang haram dari jaringan pengedar internasional tersebut.
"Kadang kami tidak tidur bahkan tidak sempat mandi beberapa hari hanya fokus dalam proses penyelidikan. Karena lengah sedikit bisa lolos target operasi," bebernya.
Bahkan sembari berkelakar, Buher, sapaan akrab Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel ini berkata "Ibarat kata polisi ini buatan produk manusia layaknya robot sudah pasti rusak. Namun untungnya sosok polisi adalah ciptaan Tuhan yaitu seorang manusia yang kuat dengan segala akal dan pikiran".
Menjadi seorang polisi memang tidaklah mudah. Butuh kekuatan fisik dan inteligensi ditopang mental spritual mumpuni. Paket lengkap ini wajib dimiliki anggota Polri. Karena ketidakseimbangan pada diri bisa berakibat macam-macam. Ada yang tumbang meninggal akibat kelelahan dalam tugas, tak sedikit pula tewas bunuh diri dipicu tekanan batin efek segala masalah yang jadi beban pikiran.
Di saat pandemi COVID-19 misalnya, polisi tidak bisa duduk santai bekerja dari rumah seperti yang dianjurkan pemerintah bagi sektor pekerjaan lain. Justru anggota Polri semakin sibuk diberikan tugas mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Begitu pula operasi pendisiplinan masyarakat juga menjadi tanggung jawab aparat keamanan di tengah ancaman paparan virus corona yang juga mengancam anggota Polri.
Tak ada "Work From Home" bagi polisi. Yang ada bekerja dan terus bekerja melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat serta menegakkan hukum meski pelaku kejahatan yang ditangkap tak bisa lagi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) lantaran penjara "ditutup sementara" bagi penghuni baru akibat pandemi.
Ironisnya, ada sejumlah pelaku kriminal yang ditangkap merupakan program asimilasi Lapas. Penjahat kambuhan yang kembali berulah dan bertemu polisi lagi dalam kasus kejahatan baru.
"Kami Bekerja untuk Kamu, Kamu di Rumah untuk Semua, Untuk Indonesia". Itulah kalimat yang sempat viral disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengajak masyarakat agar lebih baik berdiam di rumah untuk mencegah terpapar COVID-19. Di sisi lain, Kapolri menyampaikan pesan jika jajarannya tetap bekerja meski di tengah ancaman virus corona.
Polisi memang tidak boleh libur dalam arti secara roda organisasi harus terus berjalan. Ada anggota yang piket setiap harinya guna memastikan Polri selalu hadir 1 x 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan dalam situasi dan kondisi apapun.
Pandemi belum berlalu, polisi sudah dinanti tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini. Di tahun ini juga, ada pilkada serentak yang mesti dipastikan keamanannya oleh Polri.
Pengabdian yang tulus dan ikhlas juga telah banyak ditunjukkan oleh anggota Polri. Beragam inovasi hasil kreativitas pribadi juga bermunculan.
Seperti saat pandemi COVID-19 sekarang, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Landasan Ulin Utara, Polres Banjarbaru, Polda Kalsel bernama Bripka Fakhrin Ilham "menyulap" motor patroli Bhabinkamtibmas menjadi mesin penyemprot cairan disinfektan.
Pembuatan mesin pompa ala motor Bhabinkamtibmas itupun terbilang cukup sederhana. Fakhrin hanya mengalihkan aliran gas di mesin motor yang berputar ke selang untuk penyemprotan dan juga ke arah dua jeriken berisi cairan disinfektan kapasitas masing-masing 30 liter. Cara kerjanya, derasnya air yang disemprotkan bergantung tingkat kecepatan gas yang ditarik pada motor.
Ide kreatif itu muncul setelah Fakhrin melihat banyak kawasan di wilayah binaannya yang tak bisa dijangkau mobil besar dalam penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran COVID-19.
Kemudian ada anggota Bhabinkamtibmas Polsek Murung Pudak, Polres Tabalong, Polda Kalsel Aipda Suroso memiliki kreativitas membuat inovasi memodifikasi kendaraan dinasnya mendukung sosialisasi normal baru dengan audio visual.
Menurut Bhabinkamtibmas Desa Maburai itu, dirinya tergugah ingin berkontibusi lebih dalam mengedukasi warga binaannya tentang upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
Sehingga dia rela secara ikhlas menyisihkan sebagian dari gaji yang diterima untuk dibelikan seperangkat peralatan audia visual berupa televisi 22 inc dan bermacam kelengkapannya dari amplifier hingga aki untuk kelistrikan dan pengeras suara.
Suroso meyakini, sosialisasi melalui audio visual yang menarik dapat lebih mudah diterima masyarakat ketimbang hanya berbicara melalui mulut ke mulut atau pengeras suara.
Beda lagi yang dilakukan Kanit Binpolmas Satuan Binmas Polres Kotabaru, Polda Kalsel Ipda Mujiyanto. Polisi yang kerap disapa Mbah Muji ini dikenal memiliki jiwa sosial tinggi.
Dia selalu hadir di tengah masyarakat yang kurang mampu untuk membantu.Tak segan Mujiyanto menyisihkan gajinya membantu sesama seperti pemberian sembako dan lain sebagainya untuk warga yang dinilainya layak dibantu.
Pada tahun 2017, Mujiyanto menerima penghargaan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai pejuang kemanusiaan dengan menciptakan gerakan sehari Rp1.000 satu keluarga.
Tentunya tidak adil jika ada yang menggeneralisasikan bahwa polisi itu tidak baik hanya karena perbuatan oknum yang mencoreng institusi Polri.
Polisi juga manusia. Ada yang baik tentu ada juga yang mungkin tidak baik karena itu kembali kepada watak pribadi yang bersangkutan.
Untuk itulah, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta meminta jajarannya bekerja dengan baik. Sebagaimana yang dikatakan Kapolri Idham Azis bahwa anggota Polri sudah bekerja dengan baik belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi tak berbuat baik.
"Maka teruslah melakukan kebaikan. Biarkan proses alam dan Tuhan yang menilai apa yang telah kita kerjakan dalam tugas pengabdian sebagai anggota Polri," pesan pimpinan Polri itu.
Selamat Hari Bhayangkara ke-74. Tetaplah menjadi insan Bhayangkara sejati yang mengabdi tulus untuk masyarakat, bangsa dan negara meski diterjang badai tugas berat tanpa kenal lelah.
Pewarta: FirmanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.