"Adanya kekhawatiran terjadinya krisis pangan di Tabalong, bisa saja menjadi kenyataan jika sektor pertanian dan perkebunan tidak digarap dengan serius," katanya di Tanjung ibukota Tabalong, Senin.
Bahkan mantan Kepala Bappeda Tabalong ini menilai kemajuan sektor pertanian dan perkebunan masih kalah dibanding kabupaten lain di Kalimantan Selatan.
Terbukti dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang hanya menempati peringkat ke-10 di Kalsel.
"Jika bekerja apa adanya, krisis pangan bisa saja terjadi dan kita harus bekerja tiga kali lebih keras agar 5 tahun ke depan IPM Tabalong bisa masuk lima besar," ungkap Anang lagi.
Untuk menghindari adanya krisis pangan maka perlu dilakukan peningkatan infrastruktur pertanian dengan memanfaatkan potensi Sungai Tabalong selain itu Anang memperkirakan Tabalong bisa buka lahan pertanian baru seluas 2.000 hektare.
Diskusi publik yang diadakan oleh gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan nama Tabalong Intelectual Club (TIC) juga menghadirkan sejumlah instansi terkait seperti kepala dinas perkebunan dan Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan.
Kadistanakkan Tabalong, Johan Noor Effendi mengatakan pihaknya menjalin kerjasama dengan Balai penelitian rawa Kalsel terkait upaya memanfaatkan lahan rawa di Bumi Saraba Kawa ini agar bisa menjadi lahan produktif.
"Khusus di wilayah selatan Tabalong, banyak lahan rawa yang belum bisa dimanfaatkan karena itu dengan menggandeng balai penelitian rawa bisa mengupayakan pemanfaatan lahan rawa menjadi produktif," jelas Johan.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.