Istiqamah insya Allah Jumat depan juga melaksanakan kegiatan jumatan sambil mempersiapkan protokoh kesehatannya,
Marabahan (ANTARA) - Setelah sempat tidak melaksanakan Shalat Jumat berjamaah lebih dari satu setengah bulan, (tepatnya sejak Jumat, 24/4),  akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Masjid Nurul Anwar Marabahan kembali menggelar jumatan, Jumat (5/6). 

Namun penerapan Shalat Jumat berjamaah di masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Hijau kali ini dilakukan berbeda dari situasi normal, berupa pengelola masjid membatasi jumlah jamaah. 

Pembatasan itu dilakukan seperti merenggangkan shaf, mewajibkan jemaah yang hadir mencuci tangan dengan sabun, diperiksa suhu tubuh ketika mau masuk masjid, hingga dibagikan masker bagi jemaah yang tidak mengenakannya.  

Petugas dan pengurus masjid juga senantiasa mengingatkan jemaah membawa sajadah sendiri serta mengikuti ketentuan protokol kesehatan di antaranya jamaah harus memastikan dalam kondisi sehat. 

Tak itu saja, waktu pelaksanaan jumatan kali ini juga agak berbeda dari situasi normal. Panitia menggelar khutbah dan Shalat Jumat lebih ringkas dengan hanya melaksanaan rukun-rukun yang mewajibkan dengan maksud untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya penularan.

Panitia Mesjid Nurul Anwar Marabahan menggelar kegiatan Shalat Jumat berjamaah atas dasar Surat Himbauan MUI Kabupaten Barito Kuala serta Surat Rekomendasi dari Camat Marabahan terhadap pelaksanaan kegiatan Peribadatan di Rumah Ibadah/Masjid. 

Salah seorang pengurus sekaligus jemaah Masjid Nurul Anwar Khairil Yamin Muridun merasa bersyukur dan berterimakasih atas terlaksananya kegiatan jumatan perdana tersebut. 

Ucapan terima kasih juga tak lupa dia sampaikan kepada para pengurus yang sudah bersusah payah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan, kendati sudah ada surat edaran yang memperbolehkan, tidak semua masjid di Marabahan yang menyelenggarakan ibadah shalat jumat (5/6).

Seperti yang terjadi di Masjid Al-Istiqamah di Jalan Jenderal Sudirman Marabahan itu tidak menggelar kegiatan Jumatan. 

“Istiqamah insya Allah Jumat depan juga melaksanakan kegiatan jumatan sambil mempersiapkan protokoh kesehatannya,” ucap Imam Mesjid Al-Istiqamah Ustadz Fakhruddin. 

Fakhruddin yang juga Pengurus Mesjid Al-Istiqamah menerangkan, Jumat (5/6), mengikuti Jumat perdana di Mesjid Nurul Anwar sambil belajar dalam penerapan nantinya.

Sementera di Masjid Agung Al-Anwar nampak juga menggelar kegiatan jumatan. 

Meski tidak disertai thermo gun di masjid terbesar di Kota Marabahan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak shaf satu meter, mengenakan masker, dan lainnya.

Camat Marabahan Eko Purnama Sakti mengharap, sesuai surat edaran kecamatan maupun MUI  masjid-masjid yang menggelar shalat jumat untuk mematuhi syarat-syarat dan standar yang harus dipenuhi. 

“Kami memberikan rekomendasi sesuai kesiapan dan kesanggupan pihak mesjid yang mengajukan. Kalau belum mengajukan permohonan mungkin pengurus belum siap secara teknis,” paparnya. 
 
Masjid Nurul Anwar Marabahan kembali menggelar jumatan, Jumat (5/6).Foto:Antaranews Kslsel/Humas Bstola.


Pewarta: Arianto
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026