Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Riswandi menyatakan, keberhasilan pendidikan di provinsinya jangan diukur dengan tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN).
"Memang secara formal, Indonesia mengukur keberhasilan pendidikan dengan tingkat kelulusan UN," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, di Banjarmasin, Selasa.
Namun anggota DPRD Kalsel dua periode itu berpendapat, tuluk ukur keberhasilan pendidikan harus dilihat pula dari tingkat keberhasilan lulusan UN tersebut bisa memasuki pendidikan tinggi ternama di tanah air.
"Bukan cuma bisa masuk perguruan tinggi yang ada dalam daerah sendiri, tapi di luar provinsi, seperti Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung," tuturnya.
Selain itu, bagaimana lulusan UN di Kalsel bisa hidup mandiri, manakala yang bersangkutan tak lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, lanjut wakil rakyat yang menyandang gelar sarjana ilmu pemerintahan tersebut.
Karenanya wakil rakyat Kalsel berdarah Minang, Sumatera Barat (Sumbar) itu, mengajak pemerintah daerah setempat atau instansi terkait memikirkan pola pendidikan agar UN bukan satu-satunya pengukur keberhasilan pendidikan.
"Kan percuma tingkat kelulusan tinggi atau mencapai 100 persen, tapi tak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar daerah dan atau tidak bisa mandiri dalam kehidupan, sesudah menamatkan Sekolah Lanjutan Tingat Atas (SLTA)," katanya.
"Sebab orientasi ke depan, lulusan SLTA buka cuma memiliki ilmu pengetahuan, tapi tak kalah pentingnya pula yaitu harus memilik kecapakan hidup, yang akan menuntunnya ke arah hidup dan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang," demkian Riswandi.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kalsel tahun anggaran 2013, tingkat kelulusan SLTA dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun tersebut di provinsi itu, cukup menggembirakan,
Sebagai contoh persentasi kelulusan UN 2012/2013 di Kalsel untuk Sekolah Menengah Umum (SMU) mencapai 99,64 persen, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 97,91 persen.
Kemudian tingkat melek huruf di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa tersebut pada 2013 mencapai 96,95 persen.
Begitu pula Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SMP/MTs/SMPLB/SMPT masing-masing mengalami kenaikan menjadi 88,59 persen dan 98,80 persen.
 Untuk APM dan APK SD/MI/SDLB di Kalsel pada 2013 juga meningkat hingga masing-masing mencapai 99,48 persen dan 118,45 persen.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.