Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Peserta ujian nasional SMA Luar Biasa Dharmawanita Banjarmasin Kalimantan Selatan berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk bisa mendapatkan jaminan masa depan yang lebih baik.
Kepala SMALB Dharmawanita di Dharma Praja Banjarmasin, Subagyo, di Banjarmasin, Selasa mengungkapkan, semangat anak didiknya untuk bisa melanjutkan sekolah cukup tinggi, terlihat dari antusiasme mereka dalam menyambut ujian nasional.
"Berbagai persiapan telah kita lakukan, antara lain penambahan jam belajar dan penambahan materi pembelajaran, agar sisa mendapatkan nilai memuaskan," katanya.
Menurut dia, saat ini enam siswa tunarungu dan tiga orang tunagrahita yang menempuh pendidikan di SMALB, ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, bila telah lulus dari SMALB.
Biasanya, kata Subagyo, untuk siswa tunarungu dan tunawicara, akan ditampung di sekolah pendidikan keterampilan di Pondok Bambu Jakarta Timur.
Siswa yang layak dikirim ke sekolah tersebut, seluruh biaya pendidikannya hingga kebutuhan hidup sehari-hari ditanggung Departemen Sosial, selama tiga tahun.
Para siswa akan diberikan pendidikan dan pelatihan, sesuai dengan minat dan bakat mereka, sampai para siswa menjadi orang yang ahli di bidangnya.
"Ada yang minat di bidang otomotif, atau IT dan lainnya, maka mereka akan dilatih hingga memiliki keahlian yang mampu menopang masa depannya," katanya.
Sayangnya, tambah Subagyo, hampir seluruh siswa SLB dari seluruh Indonesia, menginginkan untuk masuk di sekolah tersebut, sementara daya tampungnya, tidak lebih dari 50 orang siswa, sehingga para siswa yang lulus tahun ini, belum tentu dipanggil untuk masuk tahun ini juga, harus antre.
Kondisi tersebut berbeda dengan siswa SLB tunagrahita, yang kesempatan melanjutkan pendidikan di Temanggung, Jawa Tengah, jauh lebih besar.
Seperti halnya di Pondok Bambu, siswa tunagrahita juga ditampung di asrama Temanggung dengan gratis, mulai dari pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, hampir seluruh siswa SLB yang dikirim ke Temanggung tidak ada yang kembali ke Kalsel, karena merasa betah di daerah tersebut, dan telah mendapatkan pekerjaan tetap di beberapa perusahaan.
 "Biasanya begitu lulus dari Temanggung, para siswa akan disalurkan ke beberapa perusahaan, seusai dengan keahliannya, sehingga mereka tidak ingin pulang ke kampung halaman," katanya. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.