Banjarmasin, (Antaranews.kalsel) - Tiga tim dari Jakarta tiba di Banjarmasin untuk memantau dan memastikan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional 2014 yang diselenggarakan pada 14-16 April sehingga tidak terjadi persoalan seperti ujian nasional 2013.
Ketua Panitia Ujian Nasional Pemerintah Kota Banjarmasin, H Effendi di Banjarmasin, Senin mengatakan, kedatangan tim dar BNSP, inspektorat jenderal pendidikan dan staf khusus menteri pendidikan dan kebudayaan, sebagai salah satu upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hasil ujian nasional di daerah.
Sebelumnya, kata Effendi, seluruh tim datang untuk melakukan peninjauan naskah ke beberapa Polsek tempat menyimpan soal ujian tersebut, salah satunya adalah Polsek Banjarmasin Tengah.
"Hasilnya seluruh tim yakin bahwa pelaksanaan UN akan berjalan dengan lebih baik dibanding 2013," katanya.
Menurut Effendi, pelaksanaan UN di Kalsel menjadi pusat perhatian dari tim pusat, karena pada 2013, pelaksanaan UN Kalsel paling banyak masalah terutama kekurangan soal.
"Kedatangan tiga tim tersebut karena, pada 2013 Banjarmasin tercatat sebagai daerah yang paling besar kekurangan naskah UN yang mencapai 39 sampul naskah," katanya.
Sementara di SMAN 10 paling banyak mengalami kekurangan tersebut dengan 24 sampul atau hampir tiga kelas siswa peserta UN 2014.
"Alhamdulillah pada H-4 semua naskah sudah kami terima dan semua siswa pada hari ini bisa mengikuti UN," kata Effendi lagi.
Naskah UN telah didistribusikan ke sekolah pada hari pertama pelaksanaan Senin (14/4) yaitu tiap perwakilan sekolah terdaftar mengambil sendiri di Polsek terdekat pada pukul 6 pagi.
"Bila ada kelebihan naskah UN diharapkan pihak penyelenggara di sekolah melaporkannya ke panitia kota untuk mengantisipasi kekurangan di sekolah lain," katanya.
Salah seorang peserta ujian nasional SMAN 2 Banjarmasin, Gusti Rifaldi mengatakan, beberapa soal bahasa Indonesia cukup sulit untuk dikerjakan, karena adanya beberapa jawaban yang mirip, sehingga sulit untuk menentukan yang paling benar.
"Ada yang susah dan ada yang mudah, tetapi sebagian besar bisa kami kerjakan," kata siswa jurusan IPA tersebut.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Rizal L dari IPS, yang juga mengaku beberapa nomer soal bahasa Indonesia cukup sulit dan membuat kebingungan untuk dijawab, karena jawabannya hampir sama.
Jumlah peserta ujian nasional seluruh Kalsel mencapai 48 ribu siswa terdiri dari siswa sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, madrasyah aliyah dan peserta ujian paket C.
Dinas Pendidikan Kalsel sebagai penyelenggara ujian nasional siap melaksanakan program nasional apalagi seluruh naskah soal sudah di distribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di provinsi setempat.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.