Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Para korban kebakaran di Desa Dirgahayu dan Kelurahan Baharu Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai terjangkit penyakit diare.
Dokter jaga posko kebakaran dr Deni, Minggu mengatakan, mulai pagi tadi pasien dari korban kebakaran yang datang mengeluh sakit perut, sering buang air besar.
"Belum sampai tengah hari, sudah lebih 40 pasien yang datang berobat ke posko, sedangkan Sabtu (5/4), sekitar 40 orang, dan sebagian dari mereka terkena penyakit diare, dan kepala pusing," ujarnya.
Deni mengakui, sejak hari ke dua pascakebakaran, pasien berangsur meningkat, jenis keluhan pasien berfariasi, mulai diare, pusing, dan lemas kurang bersemangat.
"Rata-rata keluhan yang mereka sampaikan merupakan dampak dari psikis musibah yang menimpa mereka," terangnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru Tri Basuki Rahmat, menambahkan, sejak posko dibuka, korban kebakaran satu persatu mulai berdatangan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Mereka yang datang, sakitnya bermacam-macam, mungkin karena kurang istirahat seperti saya ini," terang Basuki.
Seorang korban ibu rumah tangga bersama anak balitanya yang datang ke posko kesehatan, sempat beberapa kali meneteskan air mata, ketika menceritakan peristiwa yang menimpa keluarganya.
"Saat rumah kami terbakar, kami sedang dalam perjalanan dari Jawa menuju Kotabaru," terang dia, sambil menusap air mata.
Dia menceritakan, sebelum berangkat ke Pulau Jawa untuk mendatangi pengantinan keluarganya, ia sudah menitipkan rumahnya kepada dua pemuda tetangganya.
Dua unit kendaraan, barang-barang elektronik dan semua isi rumahnya tidak satupun bisa diselamatkan, saat api membakar rumahnya.
"Sepulang dari Pulau Jawa ini, kami mulai dari nol kembali, karena tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan," keluhnya.
Basuki menambahkan, untuk meringankan beban penderitaan para korban, pihaknya menyediakan bahan makanan, berupa beras, minyak goreng, mie instan, ikan kaleng, dan beberapa barang kebutuhan sehari-hari.
Posko juga akan membagikan barang atau pakaian layak pakai kepada para korban, yang dihimpun tim dari para donatur.
Basuki menambahkan, dalam musibah kebakaran yang terjadi Kamis (3/4) sekitar pukul 19.33 Wita itu menyebabkan 223 jiwa atau 69 kepala keluarga telah kehilangan tempat tinggal.
Sebanyak 34 rumah warga hangus, satu rumah kontrakkan dengan 17 pintu juga hangus dan dua unit rumah rusak.
Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana, menambahkan, bantuan kini sudah mulai disalurkan di pos atau tenda yang dibangun BPBD di halaman SDN Semayap, Kotabaru.
"Petugas di posko sudah siap melayani warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, maupun bantuan konsumsi atau keperluan dasar lainnya," kata Wakil Bupati.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.