Oleh Rusmanadi

Paringin,  (Antaranews Kalsel) - Para guru di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, diimbau agar tidak mendongkrak atau menaikkan nilai yang diperoleh siswa saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) April dan Mei mendatang.

Menurut Bupati setempat, Sefek Effendi di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis, mendongkrak nilai siswa bukanlah hal yang mendidik dan tidak bisa dibenarkan.

"Bukan nilainya yang di dongkrak, tetapi kemampuannya yang harus ditingkatkan. Dengan kemampuan yang tinggi tentu siswa akan dapat memperoleh nilai yang tinggi pula," ujarnya.

Ia mengatakan, menghadapi pelaksanaan UN Tahun Ajaran 2013/2014 ini para guru, khususnya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar dapat mendidik para siswa dengan lebih intensif lagi.

"Berikan pelajaran Bahasa Indonesia dengan lebih intensif, baik dalam hal penulisan, gaya bahasa maupun penggunaan kata," katanya.

Para guru juga dianjurkan agar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar saat proses belajar dan mengajar berlangsung.

Hal itu penting, tambahnya, karena bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar nasional yang wajib di kuasai oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI).

"Soal-soal yang diberikan saat pelaksanaan UN juga menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga bila siswa tidak memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar, akan berdampak pada kesulitan saat menjawab lembaran soal," tambahnya.

Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga sangat penting untuk siswa ketika sudah lulus nantinya dalam mencari kerja atau melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

Ia berharap, tidak akan terjadi seorang pencari kerja di Balangan yang di tolak oleh sebuah perusahaan, misalnya, hanya karena tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik pengucapan maupun penulisan.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026