Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Industri sement merk Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, optimistis bahwa permintaan semen untuk pasar lokal 2014 akan naik dari tahun sebelumnya.

Corporate Secretary PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Sahat Panggabean, melalui siaran persnya, Sabtu mengatakan, pada 2014 Perseroan percaya bahwa permintaan domestik akan tumbuh lebih besar lagi.

Sahat memprediksi bahwa proyek infrastruktur baik yang dilakukan oleh pemerintah dan swata akan lebih banyak lagi, seperti, pasar real estat untuk residensial, dan komersial diharapkan dapat tumbuh secara moderat.

Dikatakan, penjualan domestik selama 2013 menjadi 18,0 juta ton, atau konsumsi semen domestik meningkat 5,5 persen setelah tingkat pertumbuhan dua digit dalam dua tahun sebelumnya.

Menyambut pertumbuhan pasar domestik terebut, lanjut Sahat, Perseroan secara strategis memposisikan diri untuk meningkatkan kapasitas saat ini dengan satu brownfield project dan dua greenfield project.

Dia menjelaskan, pada 25 Maret 2013, Perseroan menandatangani perjanjian dengan Tianjin Cement Industry Design dan Research Institute Co. Ltd. tentang penyediaan peralatan serta enjiniring bagi proyek pabrik baru di Citeureup dengan kapasitas 4,4 juta ton.

Ground breaking telah dilakukan pada 9 Oktober 2013. Keseluruhan nilai dari pabrik baru diperkirakan antara Rp5,5-6,5 triliun.

Perseroan juga dalam tahap persiapan untuk proses perijinan untuk dua pabrik semen baru (greenfield), dengan kapasitas produksi masing-masing sekurang-kurangnya 2,5 juta ton semen per tahun, satu pabrik di Jawa Tengah dan yang lainnya di luar Jawa.

Direktur Utama Perseroan, Daniel Lavalle, menyatakan, pada 2013 merupakan satu tantangan bagi ekonomi global pada umumnya, dan perekonomian Indonesia pada khususnya.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,8 persen telah mendorong industri semen ke arah pertumbuhan yang menggembirakan, dan pertumbuhan yang lebih kompetitif.

Dijelaskan, selama 2013, Perseroan dihadapkan dengan tingkat persaingan yang lebih tajam, dengan masuknya pemain baru ke pasar dan program ekspansi pemain yang sudah ada.

Sejumlah pesaing baru telah memasuki pasar dengan mengimpor semen dari negara terdekat. Perusahaan lain telah menyatakan niat mereka untuk memasuki pasar semen di Indonesia. Ini bisa mengubah pasar di tahun-tahun mendatang.

Tantangan lain datang dari depresiasi rupiah, yang memberi tekanan pada biaya produksi.

Indocement telah mempertahankan kebijakan strategis, difokuskan terutama pada memertahankan margin dan secara ketat menerapkan langkah-langkah efisiensi biaya.

"Sepanjang 2013, pelaksanaan kebijakan ini berhasil meningkatkan dan memperluas bisnis perusahaan kami," tuturnya.


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026