Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasian, (Antaranews Kalsel) - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah Manaf berharap media lebih proaktif dalam turut mencegah tindakan terorisme di Kalsel antara lain melalui penyampaian fakta secara benar dan berimbang tanpa memihak.


Menurut Herman di Banjarmasin, Selasa, dengan pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan, maka media telah berperan turut mencegah kemungkinan terjadinya konflik yang bekepanjangan dan meluas.

"Peran media sangat besar dalam memberikan informasi agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi di sekitarnya, juga berperan untuk `menyejukkan` suasana dengan berita-berita yang mencerdaskan dan memberikan semangat persatuan," katanya.

Untuk menyamakan persepsi tersebut, tambah Herman, pada Senin (3/3) diadakan Workshop Media bertema Revitalisasi Peran media dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggaran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalsel di Banjarmasin.

Herman mengungkapkan, diadakannya workshop atau pelatihan tersebut, bukan berarti Kalsel terdapat indikasi adanya terorisme, tetapi semata-semata untuk pencegahan dini agar daerah ini tetap kondusif, tidak dimasuki oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Herman, situasi Kalsel yang saat ini cukup kondusif, bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin bertindak jahat untuk bersembunyi atau menyusun strategi.

Selain itu, kata dia, Kalsel yang kaya sumber daya alam, baik pertambangan maupun perkebunan, juga menjadi lahan yang menjanjikan untuk mencari dana dalam melakukan misi terorisme yang mungkin kini sedang disusun.

"Melihat kemungkinan tersebut, kita ingin melibatkan seluruh pihak, bukan hanya media, tetapi masyarakat luas, untuk melakukan pencegahan dini. Ini sangat penting untuk dilakukan," katanya.

Menurut Herman, forum yang sekarang sudah terbentuk di 13 kabupaten/kota se Kalsel, bahkan tingkat kecamatan itu, dirancang agar bisa memberikan informasi yang lebih cepat, terkait berbagai hal yang terjadi di masyarakat, sehingga bisa dilakukan pencegahan dini.

Herman yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel mengatakan, upaya tersebut juga sebagai antisipasi, karena diyakini saat ini tidak ada daerah yang dinyatakan 100 persen bebas ancaman aksi teroris dan gangguan ketertiban masyarakat.

"Dari pertemuan kami dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) beberapa hari lalu di Jakarta, dapat disimpulkan tidak ada daerah yang aman dari teroris, jadi semua harus waspada," katanya.

Bahkan, tambah dia, insiden seperti penemuan senjata rakitan dan aksi perampokan toko yang beberapa kali terjadi, patut dijadikan indikasi adanya ancaman terorisme, dan itu perlu kewaspadaan bersama.

Deputi I BNPT Mayjen Agus Surya Bakti sebagai pemateri utama bertema Radikalisme dan Terorisme sebagai Ancaman Nasional mengatakan, peran media sangat penting untuk menyampaikan fakta ke masyarakat.

"Fakta tersebut harus disampaikan secara bertanggungjawab untuk mencerdaskan masyarakat dan menciptakan suasana damai. Jangan sampai fakta yang disampaikan menjadi sentimen sensitif terhadap agama," katanya.

Dia juga mengharapkan agar media massa mampu mensinergikan semua kepentingan masyarakat di daerah untuk mencegah masuknya ideologi teroris.

  "Kalsel memang masih belum menujukkan adanya gangguan keamanan yang berbahaya, tetapi kita harus waspada, karena teroris mencari tempat yang dianggap aman untuk merencanakan kegiatan dan memegaruhi masyarakat," katanya.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026