Banjarmasin (ANTARA) - Warga masyarakat desa pun tidak mau ketularan virus Corona atau COVID-19 sehingga mereka juga menyemprotkan "disinfektan" (sejenis cairan pembasmi COVID-19) sebagai salah satu upaya pencegahan.

Sebagaimana warga masyarakat Desa Aluan Mati (sekitar 173 kilometer utara Banjarmasin) Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penyemprotan disinfektan terhadap lingkungan mereka, Selasa.

"Rasanya tidak cukup cuma dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik untuk pencegahan Corona, tanpa penyemprotan dengan disinfektan," ujar Mohammad Ilmi Muhran, seorang pemuka agama Desa Aluan Mati tersebut.

Oleh karenanya, dengan arahan Kepala Desa (Kades)  Aluan Mati Gafuri, para anggota Karang Taruna bersama warga masyarakat setempat bergotong royong melakukan penyemprotan disinfektan pada lingkungan masing-masing, lanjut laki-laki berusia 60 tahun lebih itu.

"Kita berharap melalui berbagai upaya sesuai petunjuk pemerintah serta kekuatan doa masyarakat, Corona tidak berjangkit di kampung kami khususnya," Mohammad Ilmi Muhran.

Sebelumnya atau Sabtu, 18 April lalu dengan mengerahkan anak-anak muda dari Karang Taruna setempat, Kades atau Pembakal Gafuri kembali menyiapkan puluhan untuk pembersih tangan di Balai Desa tersebut.

"Pembersih tangan tersebut untuk sementara terbatas pada tempat-tempat fasilitas umum seperti masjid dan 'langgar' (surau)," ujar Kades Aluan Mati (sekitar delapan kilometer dari Barabai, ibu kota HST), dan Barabai 165 kilometer utara Banjarmasin.

Selain itu, kedai atau warung-warung/tempat berjualan juga mendapatkan keperluan pembersihan tanggan, lanjutnya menjawab Antara Kalsel yang berkunjung ke Aluan Mati - pinggiran perbukitan Pegunungan Meratus tersebut.

Ia menerangkan, selain membagi-bagikan untuk pembersih tangan, sebagai upaya pencegahan COVID-19 juga melakukan penyemprotan tempat/fasilitas umum dengan disinfektan serta bagi-bagi masker terutama kepada perangkat desa.

"Penyediaan keperluan untuk pencegahan COVID-19 tersebut menggunakan dana bantuan desa, sesuai arahan atau petunjuk dari Kecamatan serta pemerintah kabupaten (Pemkab) HST," tuturnya.

"Begitu pula sebagai upaya deteksi dini terhadap dugaan terkena Corona, kami juga membeli 'thermo gun' (alat pengukur suhu badan)," lanjutnya saat ditemui di Balai Desa Aluan Mati.

Namun Pambekal Aluan Mati pengganti Abdussahid tersebut tak menyebutkan besaran dana desa untuk pencegahan COVID-19, kecuali menyatakan pembelian itu semua urusan anak-anak.

"Pembelian kelengkapan untuk pencegahan COVID-19 itu semua urusan anak-anak. Tapi aku menggariskan agar jangan meninggalkan permasalahan, bekerjalah dengan baik," demikian Gafuri.
 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026