Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG) Klas I Banjarbaru, mengimbau masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di masa peralihan musim.
Kepala BMKG Staklim Banjarbaru Purwanto, Rabu mengatakan, masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau di wilayah Kalsel diprediksi terjadi awal Maret hingga memasuki bulan April 2014.
"Kami imbau masyarakat waspada karena masa peralihan musim ditandai hujan deras disertai petir dan angin kencang yang berpotensi puting beliung sehingga mampu merusak bangunan atau benda lain," ujarnya.
Dijelaskan, kecepatan angin masa peralihan musim relatif lebih tinggi dan arahnya bisa datang dari mana saja, baik barat, timur, utara dan selatan sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan terbuka harus lebih waspada.
"Tiupan angin kencang atau puting beliung biasanya melanda kawasan terbuka seperti persawahan maupun lembah sehingga penduduk yang tinggal di sekitarnya harus waspada jika tiupan angin muncul," pesannya.
Ia juga mengimbau, daerah rawan bencana baik banjir maupun tanah longsor meningkatkan kewaspadaan karena intensitas hujan masa peralihan musim masih cukup tinggi sehingga bencana berpotensi terjadi.
"Potensi hujan masih cukup tinggi meski pun intensitasnya berkurang, tetapi harus tetap diwaspadai karena banjir dan tanah longsor masih bisa muncul akibat kerusakan lingkungan yang makin parah," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya sudah menyampaikan peringatan dini terkait masa peralihan musim dan diharapkan seluruh masyarakat waspada sehingga terhindar dari dampak negatif dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
Dikatakan, saat ini masih masuk musim hujan sehingga ada beberapa wilayah di Kalsel yang diguyur hujan dengan intensitas sedang dan tinggi yang diperkirakan semakin berkurang pada awal Maret mendatang.
Ditambahkan, kondisi itu terjadi karena anomali suhu permukaan air laut di perairan Indonesia cenderung lebih tinggi atau positif sehingga selama satu bulan ke depan masih diprediksi turun hujan.
"Meski pun sebulan ke depan diprediksi sudah masuk musim kemarau, tetapi anomali permukaan laut itu berpotensi menurunkan hujan sehingga beberapa wilayah di Kalsel tetap diguyur hujan," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.