Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, gagal memperoleh dana Rp20 miliar dari APBN, yang seyogyanya akan dipergunakan untuk memperluas Siring Laut, dalam mendukung Kotabaru menjadi tuan rumah Hari Nusantara ke-14 yang akan digelar 13 Desember.
"Kami sudah usulkan ke pemerintah pusat, bahwa kita akan memperluas Siring Laut dengan dana sekitar Rp20 miliar melalui APBN, dan ternyata terakhir diketahui usulan tersebut tidak masuk dalam anggaran," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, di Kotabaru, Senin.
Karena tidak masuk itu, lanjut Irhami, Pemkab Kotabaru berharap Pemprov Kalsel dapat membantu mengalokasikan untuk perluasan Taman Siring Laut yang akan dijadikan tempat puncak peringatan Hari Nusantara.
Rencananya, di Siring Laut yang berlokadi di Jalan Pengeran Indrakesuma Negara atau depan Kantor Bupati tersebut akan dibangun beberapa fasilitas, dan panggung utama untuk Presiden RI dan beberapa menteri.
Irhami mengakui, tertinggalnya usulan pembangunan Siring Laut RP20 miliar, karena lambatnya mengusulkan kepada pemerintah pusat.
Hal itu terjadi karena keterlambatan, pemerintah menetapkan Kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah Hari Nusantara ke-14.
"Idealnya, agar masalah ini tidak terulang lagi, pemerintah sekarang harus sudah menetapkan daerah mana yang akan menjadi tuan ruamh haru nusantara setelah Kotabaru," pinta Bupati.
Bupati berharap, dana pembangunan Rp20 miliar nanti bisa diperoleh dari sumbangan pihak ketiga dari perusahaan yang ada di Kotabaru.
"Setidaknya, ada dana pinjaman dari pihak ketiga," harapnya.
Banyak kegiatan yang akan dilakukan di bangunan di atas laut tersebut, diantaranya, lokasi tersebut juga akan dijadikan tempat mendaratnya atraksi terjun payung.
Dari Taman Siring Laut, Presiden, Menteri dan para tamu yang hadir dapat menyaksikan beberapa kegiatan atraksi budaya lokal, serta yang menyangkut kemaritiman ataupun yang lainnya.
"Oleh karena itu, kita perlu memperluas areal Siring Laut, dan diperlukan dana yang besar," ucapnya.
Bupati menambahkan, pihaknya akan memusatkan kegiatan haru Nusantara, seperti pameran, dan yang lainnya di Siring Laut.
Karena lebih refresentatif dibandingkan dengan lokasi esk PT Inhutani II Stagen, dan sistem keamanannya lebih mudah untuk dikonsentrasikan dibandingkan dengan di tempat lain.
Semula Pemkab Kotabaru menawarkan kepada Pemprov Kalsel, dua tempat yang akan dijadikan tempat puncak Hari Nusantara, yakni, Taman Siring Laut, dan eks PT Inhutani II Stagen.
Asisten II Pemprov Kalsel Maskamian Anjam, menuturkan, lebih senang puncak acara Haru Nusantara di Siring Laut.
"Karena di lokasi eks PT Inhutani II, masih banyak yang harus direhab dan dibenahi, sementara di sini (Siring Laut) tinggal menambah luasnya saja," ucap dia.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.