Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menganggarkan dana Rp7 miliar dari APBD 2014 untuk mendukung berbagai program pendidikan di daerah ini.

Bupati Hulu Sungai Tengah Harun Nurasid di Barabai, Senin mengatakan tidak berbeda jauh dengan program pembangunan yang lain, program pendidikan anak juga memerlukan perhatian, kesiapan, dan respons yang baik dari berbagai pihak di lingkungan masyarakat.

Menurut dia, tanggungjawab pendidikan bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat maupun organisasi atau lembaga lokal yang relevan dengan kegiatan program.

"Pemerintah kebupaten sudah menganggarkan Rp7 milyar dari APBD tahun lalu, karena kami menyadari anak sejak usia dini harus diajarkan bersosialisasi, mandiri, dan berinteraksi," katanya.

Kegiatan tersebut, kata dia, sebagai modal utama anak untuk memasuki dunia yang lebih luas, oleh sebab itu lembaga seperti PAUD, TK atau kelompok bermain memegang peranan strategis dan harus selalu dikembangkan.

Kepala Dinas Pendidikan HST, HM Yusuf mengatakan saat ini lembaga pendidikan seperti kelompok bermain , PAUD dan TK terus berkembang di kabupaten HST dan jumlahnya mencapai 1058 buah.

Jumlah tersebut terdiri dari Taman Kanak-Kanak sebanyak 183 buah, kelompok bermain ada 61 buah, taman penitipan anak sejumlah 15 buah, dan satuan PAUD sejenis yang berintegrasi dengan Posyandu dan merupakan binaan dari TP PKK HST sebanyak 799 buah.

"Tentu hal tersebut tidak lepas dari kinerja para pengajar dan seluruh masyarakat yang dilandasi semangat serta rasa kebersamaan, sebagai modal untuk mencapai peningkatan kualitas SDM di HST," ungkapnya.

Sebelumnya, telah diadalan seminar PAUD dan Raker Paguyuban TK Negeri Pembina se Kalsel yang diikuti oleh 332 orang tenaga pengajar TK Negeri Pembina se Kalsel dan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pendidikan seperti Said Musaiad dan Arif Rahman Pribadi, Psikolog serta Hj. Siswati yang merupakan Kepala Skolah Berprestasi yang menjadi Guru Teladan perwakilan Kalsel.

Program pengembangan sekolah anak usia dini, kini telah menjadi program utama bukan hanya kabupaten dan kota, tetapi juga Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga terus mendorong pengembangan program pra sekolah ini.

Melalui program tersebut, anak-anak akan memiliki kesempatan bermain terarah dan mendapatkan bimbingan untuk tumbuh baik dengan harapan sumber daya manusia Kalsel ke depan akan lebih baik.

Pewarta: Fathurrahman
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026