Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, provinsi dengan 13 kabupaten/kota tersebut pada Januari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,76 persen.

"Tingkat inflasi tersebut gabungan dari inflasi di Kota Banjarasin (ibu kota provinsi) dan Kota Tanjung, ibu kota Kabupaten Tabalong," ungkap Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendy, Senin.

Pada Januari 2014, Banjarmasin yang mendapat julukan kota seribu sungai itu mengalami inflasi 0,64 persen, dan di "kota minyak" Tanjung mengalami inflasi sebesar 2,35 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Banjarmasin antara lain daging ayam ras, terlus ayam ras, sewa rumah, ikan tongkol/ambu-ambu, ikan gabus, ikan layang, serta bahan bakar rumah tangga.

Kecuali itu, yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain angkutan udara, ikan nila, bawang merah, gula pasir, ikan kembung/gembung/, gembolo/aso-aso, kacang panjang, mentimun dan daging sapi.

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di kota minyak (ladang minyak Kalsel), sekitar 236 km utara Banjarmasin, pada Januari 2014 antara lain daging ayam ras.

Selain itu, ikan layang/benggol, martabak, jagung manis, bahan bakar rumah tangga, ikan nila, tarip rumah sakit, beras, tomat sayur, ikan gabus, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Dari sembilan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan yang menghitung inflasi pada Januari 2014, secara berurutan terjadi di kota Tanjung, Kalsel 2.35 persen, Singkawang, Kalbar 1,71 persen, Samarinda, Kaltim 1,37 prsen.

Kemudian Balikpapan, Kaltim 1,32 persen, Palangkaraya, Kalteng 1,21 persen, Sampit, Kalteng 1,19 persen, Banjarmsin 0,64 persen, dan Pontianak, Kalbar 0,04 persen, demikian Dyan Pramono.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026