Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bank Kalimantan Selatan, periode 2014 menargetkan membangun empat Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mendukung program kerjasama Pemkab Kotabaru dengan Bank Kalsel tentang pembayaran gaji PNS dengan menggunakan kartu ATM.
Pimpinan Bank Kalsel Cabang Kotabaru Nordin, di Kotabaru, Selasa, mengatakan, empat ATM tersebut masing-masing akan dibangun di lokasi Hotel Grand Surya, Perumnas, dan dua ATM di wilayah Sungai Taib dan sekitarnya.
"Saat ini, Bank Kalsel Cabang Kotabaru telah mengoperasikan lima unit ATM, di antaranya, Setda Kotabaru, dua unit di Kantor Cabang, Dinas Pendidikan," katanya.
Nordin menjelaskan, saat ini sudah ada 10 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkungan Pemkab Kotabaru, pembayaran gaji karyawanya menggunakan ATM Bank Kalsel.
Di antaranya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Kependudukan dan Catatan Sipil, Inspektorat, Perkebunan, Perhubungan, dan Pelayanan Terpadu.
Sebelumnya, Humas Bank Kalimantan Selatan, Ahmad Hamdani, mengatakan, petugas Bank Kalsel Cabang Kotabaru, segera melakukan sosialisasi penggunaan ATM, kepada PNS di dinas/kantor yang pembayaran gajinya melalui bank dengan menggunakan Kartu Pegawai Elektronik.
Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan kemudahan bertransaksi menggunakan kartu ATM.
Menjawab tulisan sebelumnya "Tolak Terima Gaji Lewat ATM", Dani menjelaskan, dalam rangka memenuhi kebutan transaksi perbankan seluruh masyarakat Kotabaru, Bank Kalsel mempunyai satu Kantor Cabang, dua BPD Unit, satu kas mobil, enam unit ATM dan tiga unit EDC, di mana setiap jaringan kantor Bank Kalsel melayani transaksi keuangan.
Apabila ATM Bank Kalsel sedang penuh atau mengalami gangguan, lanjut dia, nasabah dapat melakukan penarikan tunai di ATM berlogo "ATM BERSAMA".
Bagi PNS di lingkungan Pemkab Kotabaru yang memegang Kartu Pegawai Elektronik (KPE), dibebaskan biaya administrasi bulanan Rp6 ribu, selama enam bulan, terhitung sejak rekening KPE aktif, dan bebas melakukan penarikan uang di seluruh bank.
Nasabah Bank Kalsel tidak dikenakan biaya perawatan kartu ATM, dan tidak ada potongan setiap kali bertransaksi, kecuali untuk transfer antar bank, yang ada hanya saldo minimum Rp50 ribu saat pembukaan rekening, dan saldo minimal ini juga berlaku diseluruh bank.
Dani menyatakan, keuntungan gaji melalui rekening bank, meliputi, tidak harus antri mengambil gaji, mengingat gaji sudah masuk ke rekening pribadi dan waktu pengambilannya terserah pegawai, PNS dapat mengambil uang sesuai kebutuhan, memudahkan untuk pengelolaan keuangan, dan membiasakan diri untuk menabung.
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab Kotabaru, menolak menerima gaji melalui ATM, hasil dari kerja sama pemerintah daerah setempat dengan Bank Kalsel.
Juru Bayar Gaji Setda Kotabaru, Toni Jaya, mengatakan, pihaknya telah menerima banyak PNS yang berkomentar dan intinya kurang setuju apabila gaji mereka diterima melalui ATM.
"Yang menjadi pertimbangan para PNS tersebut, di antaranya, ada pemotongan administrasi sebesar Rp6 ribu, dan saldo minimal Rp25 ribu," ujarnya.
Mereka juga khawatir, saat mengambil gaji di ATM setiap tanggal 1 terjadi antrean panjang, dan uang di ATM habis, sehingga perlu proses panjang lagi untuk mendapatkan gaji.
Uang potongan administrasi Rp6 ribu dan saldo Rp25 ribu yang disisakan di ATM, menjadi sangat berharga bagi PNS golongan I dan II, dimana gaji mereka kecil dan sudah banyak potongan angsuran.
Lain lagi, jika Bank BPD tidak membebani PNS dengan uang administrasi dan saldo, tambahnya.
"Kemungkinan terjadi antrean panjang dan kehabisan uang di ATM, mungkin saja bisa terjadi," ujar seorang PNS golongan II yang enggan disebutkan namanya.
 Menurut dia, selama ini mengambil gaji di bendara jauh lebih enak, cepat, dan nyaman tidak bertele-tele, berbeda dengan di ATM yang harus menggunakan prosedur.
 Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.