Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru mengimbau daerah rawan di Provinsi Kalimantan Selatan waspada banjir dan tanah longsor seiring tingginya curah hujan pada puncak musim hujan ini.
"Curah hujan tinggi karena saat ini hingga awal Pebruari puncak musim hujan sehingga daerah rawan banjir dan longsor harus lebih waspada," ujar Kepala BMKG Staklim Klas I Banjarbaru Purwanto di Banjarbaru, Minggu.
Ia mengatakan, curah hujan di atas wilayah Kalsel tergolong di atas normal dengan curah mencapai 100 milimeter bahkan intensitas hujan di beberapa daerah masuk dalam kategori ekstrim.
Dicontohkan, hujan lebat dengan intensitas ekstrim melanda Banjarbaru pada Kamis (9/1) hingga mencapai 213,9 milimeter dan merupakan rekor curah hujan tertinggi di Kalsel selama lima tahun terakhir.
Menurut dia, hujan lebat termasuk intensitas ekstrim bisa turun merata di seluruh Kalsel sehingga kewaspadaan masyarakat dan pihak terkait sangat dibutuhkan agar tidak ada korban akibat dampak fenomena alam itu.
"Turunnya hujan bisa kapan saja, baik pagi, siang hingga malam hari sehingga seluruh pihak harus lebih waspada terutama daerah yang rawan banjir dan tanah longsor karena air bisa menimbulkan bencana," ucapnya.
Dijelaskan, tingginya curah hujan yang hampir merata di seluruh wilayah Kalsel karena banyak awan konvektif yakni awal pembentuk hujan yang tumbuh di atas Pulau Kalimantan sehingga memicu hujan lebat.
"Kondisi itu diiringi putaran angin di atas Pulau Kalimantan yang membelok dari utara ke timur yang kemudian memicu awan konvektif menjadi hujan sehingga menimbulkan turunnya hujan lebat," ujarnya.
Dikatakan, fenomena alam itu juga memicu tingginya gelombang air laut ditambah kuatnya tiupan angin sehingga anggota masyarakat yang beraktivitas di laut seperti nelayan diimbau waspada gelombang tinggi.
"Cuaca buruk seperti hujan lebat biasanya diiringi tiupan angin kencang dan memicu tingginya gelombang sehingga nelayan harus waspada agar tidak menjadi korban," katanya.
Sementara itu, Minggu sekitar pukul 16.00 Wita, Kota Banjarbaru dan sekitarnya kembali diguyur hujan lebat tetapi hujan yang berlangsung hampir satu jam itu tidak menimbulkan banjir seperti yang terjadi Kamis lalu.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.