Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Operasional Instalasi Pengolahan Air II Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Kalimantan Selatan, yang sempat dihentikan karena panel listrik terendam air, kembali berjalan normal pasca banjir yang melanda Banjarbaru.

"IPA II sudah bisa dioperasikan sejak Kamis (9/1) malam meski pun belum sepenuhnya mampu memasok air bersih kepada seluruh pelanggan," ujar Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan, Jumat.

Sebelumnya, IPA II milik PDAM Intan Banjar yang terletak di Jalan Mentaos Banjarbaru lumpuh akibat ruang panel berisi peralatan listrik sistem utama perpompaan terendam air sehingga operasional dihentikan, Kamis.

Menurut Dedy, sebelumnya ruang panel yang terendam air diperkirakan bisa beroperasi dalam waktu tiga hari ke depan, tetapi setelah dikeringkan dan peralatan listrik diperiksa teknisi ternyata bisa dioperasikan.

"Meski pun sudah beroperasi tetapi distribusi belum maksimal karena ada proses pengisian pipa sehingga air bersih di ujung jaringan belum lancar. Namun Sabtu diperkirakan distribusi sepenuhnya normal," ungkapnya.

Penghentian operasi IPA II Pinus yang dilakukan PDAM akibat ruang panel terendam air baru pertama kali terjadi selama 20 tahun sejak IPA yang terletak di sisi saluran irigasi Riam Kanan itu di bangun tahun 1994.

Penghentian itu menyebabkan puluhan ribu pelanggan yang tersebar di Kota Banjarbaru dan Kota Martapura kesulitan air bersih karena pelanggan kebanyakan hanya mengandalkan pasokan air dari PDAM.

"Pelanggan yang terkena dampak berada didalam zona utama pelayanan sebanyak 26.779 sambungan rumah meliputi 15.303 sambungan rumah di Banjarbaru dan 11,476 sambungan rumah di Martapura," ujar Dedy.

Dikatakan, kejadian diluar dugaan akibat fenomena alam tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan ke depan diantisipasi melalui peninggian ruang panel sehingga peralatan listrik tetap aman meski dilanda banjir.

"Kami akan meninggikan ruang panel dan ruang pompa sehingga seluruh peralatan listrik aman jika ruangan kemasukan air. Diharapkan kejadian ini tidak terulang kembali," katanya.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026