Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan terus berupaya menekan peredaran Narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya) yang kini kasusnya terus meningkat.

Kapolda Kalsel Brigjen Polisi Drs Machfud Arifin di Banjarmasin, Sabtu mengungkapkan, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi sasaran peredaran Narkoba.

Kondisi tersebut, kata dia, terus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait, bukan hanya Polda tetapi juga BNN dan terkait lainnya.

"Kita cukup kesulitan untuk mengendalikan peredaran narkoba, kendati tiap hari ada penangkapan, tetapi seakan peredaran narkoba tidak ada habisnya," katanya.

Menurut dia, selama 2013 Polda telah mengamankan berbagai barang bukti hasil tangkapan obat-obatan terlarang yaitu 1.759 narkoba yang terdiri dari 1.359 kasus.

Selain itu, juga sebanyal 1.640 gram ganja, 5,246 gram sabu-sabu, 3.098 butir ekstasi, tidak kurang dari 1,9 juta butir obat-obatan golongan empat dan 556 botol minuman keras.

"Dari total kasus tersebut, yang telah kita selesaikan atau diputus oleh pengadilan sebanyak 1.195 kasus," kata Kapolda.

Kapolda berharap, pada 2014 berbagai kasus gangguan keamanan terutama narkoba harus benar-benar sudah bisa dikendalikan, selain untuk menyelamatkan generasi muda, juga karena kondisi LP di Kalsel yang sudah sangat tidak memungkinkan.

Menurut dia, banyaknya tangkapan terutama tersangka kasus narkoba, membuat kondisi Lapas yang kini sudah "overload" semakin sesak, sehingga dikhawatirkan bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kondisi Lapas sudah cukup sesak, sehingga diharapkan penangkapan kasus pada 2014 bisa dikendalikan antara lain dengan melakukan tindakan preventif, jangan sampai peredaran narkoba dan lainnya terus merajalela," katanya.

Melalui tindakan preventif, yaitu penyuluhan kepada masyarakat tentang ancaman narkoba dan pendekatan kepada generasi muda, diharapkan akan mampu mengurangi peredaran narkoba.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Ipansyah, mengatakan ada 21 narkoba jenis baru yang beredar di Banjarmasin.

Sebagian narkoba jenis baru disinyalir berasal dari Rusia, sementara bahan bakunya mengandung campuran bensin, salah satunya jenis krokodil.

"Ada kandungan bensin di dalamnya. Kami sudah meneliti soal bahan racikan 21 narkoba jenis baru itu," kata Ipansyah usai pemaparan peredaran dan pencegahan narkoba di Kalimantan Selatan.

Menurut dia, narkoba campuran bensin memiliki tingkat bahaya 10 kali lipat dari narkoba biasa tanpa mengurangi khasiatnya, bahayanya, kata Ipansyah, narkoba bensin mampu memisahkan jaringan tubuh manusia bila dikonsumsi terus-menerus.

Cara meraciknya pun, menurut dia, bisa dibilang mudah tanpa perlu keahlian khusus. "Bensin premium berbahaya bagi tubuh. Harganya juga cenderung murah," ucapnya.

Pihaknya mendeteksi pintu masuk narkoba ke Kalimantan Selatan melalui pelabuhan udara, Pelabuhan Laut Trisakti dan pelabuhan batubara. Namun, peredaran narkoba lewat pelabuhan batubara masih sebatas dugaan.






Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026