Oleh Ulul Maskuriah



Barabai, Kalsel, (Antaranews.Kalsel) - Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara karena dinilai mampu mendorong petani untuk mengembangkan sektor tanaman pangan untuk kebutuhan daerah dan nasional.

Kepala Kantor Kantor Ketahanan Pangan Kabupatan Hulu Sungai Tengah (HST), Zainal, di Barabai, Senin mengungkapkan, membaiknya kinerja pertanian HST tersebut ditunjang oleh kebijakan Bupati Harun Nurasid yang konsisten dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemberian modal usaha, terutama untuk desa mandiri pangan.

"Perkuatan pemberdayaan kita lakukan melalui pemberian modal usaha kelompok (PMUK)," katanya.

Pemberian modal kelompok tersebut, antara lain pemberian kelompok afinitas selama periode 2010-2012, mencapai 49 kelopok dengan jumlah dana sebesar Rp650,16 juta.

Selain itu, juga untuk gabungan kelompok tani pada periode yang sama diberikan bantuan modal usaha sebanyak 62 kelompok dengan jumlah dana mencapai Rp6,2 milyar.

Penghargaan dengan katagori pembina ketahanan pangan, tersebut menjadi kado indah yang cukup membanggakan untuk Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Tengah ke-54 tahun ini.

Istimewanya, kata Zainal, Harun adalah satu-satunya kepala daerah dari pulau Kalimantan yang menerima penghargaan supremasi tertinggi dalam bidang pertanian yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden RI Boediono di Istana Wakil Presiden Jakarta kepada 9 Bupati se Indonesia.

"Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh petani dan seluruh jajaran pertanian terutama tenaga penyuluh yang bersama-sama berjuang tak kenal lelah demi kemajuan dan keberhasilan pembangunan dunia pertanian di HST," kata Bupati Harun NUrasi.

Menurut Zainal, Bupati Harun dinilai memiliki kebijakan kreatif dan inovatif yang didukung dan dijabarkan melalui program unggulan oleh jajaran pertanian.

Jajaran pertanian tersebut yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Badan Penyuluh Pertanian, Kantor Ketahanan Pangan.

Zainal menjelaskan terdapat enam program unggulan yanga mana antara satu program dengan program yang lain terintegrasi secara sinergis dan saling menguatkan. Yakni program unggulan, penggunaan pangan lokal, pengembangan desa mandiri pangan.

Pengembangan sub-terminal agribisnis, yang sampai saat ini satu-satunya masih beroperasi di Kalimantan Selatan. Pembangunan rumah potong hewan (RPH), dan penyuluhan system Murakatan (LUSI Murakata).



: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026