Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Puluhan Pedagang Kali Lima (PKL) yang beroperasi sekitar Taman Selamat Datang (TSD) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengadukan nasibnya dengan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis.
Pedagang yang terdiri dari beberapa pria dewasa dan perempuan serta anak-anak diterima Ketua DPRD Banjarbaru Arie Sophian dan berdialog untuk mendengarkan aspirasi para pedagang di Aula Linggangan Intan.
Perwakilan pedagang Jamri mengatakan, kedatangan mereka ke gedung dewan untuk mengadukan nasib terkait lahan tempat puluhan pedagang berjualan akan diambilalih PT Angkasa Pura I sebagai pemiliknya.
"Kami minta dicarikan solusi agar bisa tetap berjualan dan tidak dipindah begitu saja dari lokasi yang sudah menghidupi kami selama beberapa tahun," ujar Jamri mewakili sepuluh pedagang yang bertahan di lokasi itu.
Menurut dia, selama ini pedagang memang hanya meminjam lahan yang dijadikan tempat berjualan, tetapi jika lahan diambil tanpa ada lokasi baru maka puluhan pedagang kehilangan mata pencaharian.
"Kami minta kebijaksanaan PT Angkasa Pura agar pedagang bisa tetap berjualan di tempat itu karena jika dilarang berjualan, kasihan anak-anak kami yang perlu makan dan biaya sekolah," ungkapnya.
Permintaan pedagang berusaha diperjuangkan Ketua DPRD Arie Sophian dan Wakil Wali Kota Ogi Fajar Nuzuli yang meminta PT Angkasa Pura I tetap menyediakan lahan di sekitar lokasi semula dan disewa pemkot.
"Pemkot didukung DPRD siap menyewakan lahan agar pedagang bisa berjualan sehingga kami minta PT Angkasa Pura I menyediakan tempat di sekitar lokasi semula," ujar Ogi yang didukung Arie Sophian.
Namun, permintaan Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD tidak mendapat persetujuan General Manager PT Angkasa Pura I Akhmad Munir yang menegaskan, pihaknya tetap akan mengamankan aset perusahaan.
"Kami diinstruksikan direksi untuk mengamankan aset karena lahan itu akan dikelola oleh Airport Property sehingga harus bebas dari bangunan maupun aktivitas lain," ujar Munir di puluhan PKL dalam pertemuan itu.
Dikatakan, pengamanan aset itu dilakukan diikuti pemagaran sehingga setiap aktivitas tidak diperbolehkan di dalam kawasan yang letaknya tepat berhadapan dengan Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin itu.
Lokasi pedagang di TSD memang sangat strategis karena letaknya tepat di depan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor sehingga sambil santai setiap pengunjung bisa melihat pesawat yang hendak terbang maupun mendarat.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026