Banjarmasin (ANTARA) - Pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) belum menepati janji mereka dalam bepergian atau kunjungan kerja ke luar daerah secara bergilir, bukan serentak seperti berjemaah.

Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Rabu melaporkan, sebagai sebab akibat bepergian anggota yang terhormat itu ke luar daerah secara berjemaah sehingga "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel) kembali sepi dari kegiatan wakil-wakil rakyat tingkat provinsi tersebut.

Ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel Riduansyah MAP membenarkan semua pimpinan dan anggota dewan tersebut bepergian ke luar daerah.

"Namun kepergian pimpinan dan anggota DPRD Kalsel itu semua untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, yang keberangkatan mereka sejak 28 Januari lalu dan kembali 31 Januari 2020," ujarnya.

Bimtek dari Kemendagri itu, menurut Kabag TU Setwan yang mewakili Sekretaris DPRD (Sekwan) setempat, Drs H Antung Mas Rozaniasyah tersebut penting sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pimpinan/anggota DPRD Kalsel.

"Untuk mengikuti Bimtek yang sudah terjadwal dari Kemendagri tersebut tampaknya tidak bisa secara terpisah atau bergilir, tetapi harus bersama-sama. Karena kegiatannya bersamaan pula DPRD provinsi lain di Indonesia," demikian Riduansyah.

Sebelumnya pimpinan DPRD Kalsel atau provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu berjanji akan mengatur keberangkatan anggota atau alat kelengkapan dewan (AKD) lembaga legislatif tersebut secara bergiliran agar Rumah Banjar jangan sampai kosong/sepi.

"Kalau semua anggota dewan atau AKD Kalsel bepergian/kunjungan kerja ke luar daerah, maka minimal ada seorang unsur pimpinan dewan yang tinggal atau 'jaga gawang' agar bisa menangani kalau ada masalah seperti unjuk rasa," ujar Ketua DPRD provinsi tersebut, Dr (HC) H Supian HK SH MH.
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK (Syamsuddin Hasan)

Keanggotaan DPRD Kalsel periode 2019 - 2024 sebanyak 55 orang itu terdiri dari Partai Golkar 12, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masing-masing delapan orang.

Kemudian Partai Amanat Nasional (PAN) enam orang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing lima, NesDem empat, PPP dan Demokrat masing-masing tiga, serta Hanura satu orang.

Ke 55 anggota DPRD Kalsel itu terdiri dari delapan fraksi, empat Komisi, serta Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Pembentukan Peraturan Daerah, serta Badan Kehormatan.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026