"Untuk apa menggunakan atlet luar, mending dananya digunakan bagi pembinaan atlet lokal yang tidak kalah potensinya," kata Djumaderi Masrun, Ketua KONI Banjarmasin usai pembukaan rapat kerja tehnis (Rakernis) Pencak Silat di hotel Biuti Banjarmasin, Sabtu (9/11).
Ketua Harian IPSI Kalsel tersebut juga mengatakan bahwa para atlet sudah saling mengenal sehingga bila dalam suatu pertemuan tehnis mereka sudah tahu asal daerah masing-masing peserta Porprov IX nanti.
Walaupun memiliki tanda pengenal resmi, cabor Pencak Silat sepakat untuk mengeluarkan atlet asing tersebut dari arena Porprov IX. Cabor Pencak Silat mengklaim paling keras merespon keberadaan atlet luar Kalimantan Selatan yang ikut berlaga di Porprov nanti dan mendorong mengutamakan pembinaan pesilat lokal.
Hal tersebut sejalan dengan himbauan Ketum Koni Kalsel H Sulaiman HB yang lebih mengutamakan pembinaan pemain daerah dibanding menggunakan pemain bayaran pada ajang Porprov IX mendatang.
Penggunaan pemain lokal dianggap akan menghambat pembinaan pemain daerah karena akan menyerap dana pembinaan olahraga yang cukup besar di samping akan mendapatkan masalah terkait pemusatan latihan untuk menghadapi event olahraga nasional seperti Kejurnas atau PON.
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.