Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pertandingan selama Pekan Olahraga Provinsi IX di Kabupaten Banjar KONI Kalsel membentuk Dewan Hakim yang akan memutuskan setiap perkara yang sulit.

"KONI Kalsel membentuk Dewan Hakim Porprov IX untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pertandingan Porprov IX," kata Welny, Katua Harian KONI Kalsel

Dewan Hakim yang terdiri dari 5 orang dari berbagai unsur seperti KONI Kalsel, Panitia Porprov Kabupaten Banjar dan Dispora tersebut diketuai Sarmidi, MKes yang berfungsi memutuskan perkara sulit yang tidak dapat diselesaikan di tingkat cabang olahraga. Seperti adanya protes tentang keabsahan atlit, hasil pertandingan dan lain-lain.

Berkaca pada pelaksanaan PON XVIII Riau yang menggunakan dewan hakim dalam memutuskan permasalahan pelik, maka diperlukan lembaga dewan hakim yang mengeluarkan keputusan yang tidak dapat duganggu gugat.

Sebenarnya unsur dewan hakim sudah ada pada pelaksanaan Porprov VII di Kabupaten Tapin, namun di Porprov VIII Kotabaru tidak ada sehingga pada saat terjadi sengketa olahraga pada saat itu seperti pada cabor panahan dimana salah satu kontingen menggunakan atlet asing yang akan bertanding namun mendapat protes kontingen lain dengan ancaman tidak akan bertanding, akhirnya melalui proses negosiasi dengan pertimbangan menghargai tuan rumah yang sudah menyiapkan penyelenggaraan, melalui beberapa kali perundingan alot akhirnya diputuskan boleh bertanding, seandainya si atlet mampu meraih prestasi tertinggi tentunya permasalahan tersebut akan diperpanjang kontingen yang merasa dirugikan.
 
Sementara dalam ekspose temuan lapangan tim Monev, Keabsahan dan Pengarah Tehnis Koni Kalsel dalam rapat kordinasi dengan panitia penyelenggara Porprov IX kabupaten Banjar yang dipimpin Sekda Ir Nasrunsyah berjanji akan melengkapi dan menyempurnakan fasilitas venue hingga 30 November 2013 melalui divisi-divisi terkait seperti kendala jembatan di venue dayung, venue Silat yang belum ditentukan hingga toilet atlet.

Pada 1 Desember direncanakan dilaksanakan rapat kordinasi kembali tentang ekspose panitia penyelenggara kepada KONI mengenai persiapan dan penyempurnaan yang telah dilaksanakan.

Disamping itu Welny juga berharap panitia melakukan koordinasi dengan NPC (paralimpic) tentang upacara pembukaan, apakah digabung dengan pembukaan Porprov IX atau dilaksanakan tersendiri, karena hal ini belum masuk agenda sebelumnya.

Sementara waktu tersisa yang tinggal sedikit hingga pelaksanaan pada 15-23 desember 2013, gaung pelaksanaan seperti sosialisasi spanduk dan baleho di ruang publik belum dilakukan. Sekda Nasrunsyah berjanji akan lebih meningkatkan gaung prapelaksanaan dengan membagikan baleho ke setiap daerah peserta.



Pewarta: Herry Murdy Hermawan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026