Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Pertumbuhan produksi manufaktur di Kalimantan Selatan pada triwulan III (Juli - September) 2013, positif, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik provinsi setempat Dian Pramono Effendy di Banjarmasin, Jumat.

Secara umum dia menerangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut, baik secara q-to-q maupun y-on-y, persentasinya lebih tinggi dari manufaktur besar dan sedang.

Produksi industri manufaktur besar dan sedang (q-to-q) di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel tersebut pada triwulan III/2013 mengalami pertumbuhan sebesar 0,06 persen dibandingkan triwulan II (April - Juni) 2013.

Kemudian produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) di Kalsel triwulan III/2013 mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen dibandingkan triwulan III/2012.

Sementara produksi industri manufaktur mikro dan kecil (q-to-q) di Kalsel triwulan III/2013 mengalami pertumbuhan sebesar 0,55 persen dibandingkan triwulan II/2013.

Produksi industri manufaktur mikro dan kecil (y-on-y) di Kalsel pada triwulan III/2013 mengalami pertumbuhan sebesar 22,35 persen dibandingkan triwulan III/2012.

Kelompok industri yang mempunyai andil besar dalam mendukung pertumbuhan produksi industri besar dan sedang di Kalsel pada triwulan III 2013 itu, yaitu industri makanan (KBLI-10) mengalami peningkatan paling tinggi, mencapai 4,70 persen.

Kemudian kelompok industri lainnya yang juga menyumbang pertumbuhan positif, yaitu industri minuman (KBLI-11) tumbuh sebesar 1,99 persen, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Selain itu, industri kayu, barang dari kayu/gabus dan barang anyaman dari bambu/rotan (tidak termasuk furniture)-(KBLI-16) mengalami pertumbuhan produksi 1,87 persen.

Kelompok lain yang menyokong pertumbuhan industri besar dan sedang di provinsi dengan motto daerah "Waja Sampai Kaputing" itu, industri bahan kimia & barang dari bahan kimia (KBLI-20) tumbuh 1,85 persen.

Sedangkan kelompok industri yang mengalami penurunan/kontraksi produksi, yaitu industri karet, barang dari karet/plastik (KBLI-22) turun sebesar -2,71 persen.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026