Amuntai,  (Antaranews Kalsel) - Bank Indonesia wilayah Kalimantan akan menjadikan Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai satu-satunya klaster anyaman purun dan ilung (Anpulung) berbasis kelompok usaha (champion) di Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Mokhammad Dadi Aryadi di Amuntai, Rabu mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Hulu Sungai Utara (HSU) untuk mewujudkan pengembangan klaster tersebut.

Peresmian kerjasama ini dilaksanakaan melalui penandatangan Nota Kesepahaman bersama (MoU) antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan oleh Kepala Perwakilan BI Wilayah Kalimantan M Dadi Aryadi dengan Bupati HSU Drs H Abdul Wahid di Aula Banua Kita Amuntai.

Seusai penandatangan dilaksanakan Focus Group Discussion BI dengan pihak-pihak terkait di Kabupaten HSU diikuti dengan peninjauan ke sejumlah lokasi pasar kerajinan.

Salah satu sentra usaha kerajinan purun sekaligus kerajinan ilung di Desa Banyu Hirang milik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Ilung yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir sukses mengembangkan kerajinan jenis ini.

Menurut M Dadi, BI senantiasa berinisiatif untuk memfasilitasi kegiatan yang mendorong pertumbuhan sektor rill khususnya UMKM.

Peran serta BI , kata dia, bisa bersifat langsung seperti pengembangan klaster dengan pendekatan `Value Chain` (Hulu Hilir) maupun tidak langsung berupa pemberian pelatihan, penelitian dan sejenisnya.

Beberapa kegiatan BI pernah dilaksanakan di HSU sejak 2010 seperti penelitian peminjaman model Itik Alabio, Purun Banjar hingga usaha peternakan kerbau rawa.

Pemilihan kabupaten yang beribukotakan Kota Amuntai sebagai klaster Anpulung ini, setelah BI melakukan riset komoditas produk dan jasa unggulan sejak 2012

"Jadi BI dalam rangka pengembangan sektor rill ini sejak 2012 telah melakukan riset dan menemukan potensi kerajinan purun dan ilung di HSU," katanya.

Kepala Divisi Akses Keuangan, UMKM dan Komunikasi Triatmo Doriyanto, mengatakan BI sudah pernah melakukan peminjaman model purun ini di HSU disusul objek lainnya.

Beberapa produk yang yang bisa dikembangkan yakni kerajinan ilung (eceng gondok) karena bahan bakunya yang melimpah di Kabupaten HSU.

Dikatakan, HSU memiiki jumlah usaha purun terbesar di Kalimantan Selatan mencapai 12.337 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 22.399 orang, baikdilakukan sebagai usaha pokok maupun sampingan.

"Keberadaan perajin pun tersebar hampir di semua kecamatan karena bahan bakunya memang melimpah dan ditanami," kata Triantmo.

Karena itulah, lanjutnya BI tertarik bekerja sama dengan Pemda HSU mengembangkan klaser kerajinan ini setidaknya untuk masa tiga tahun mendatang.

Program klaster ini, katanya bertujuan meningkatkan sinergi dan kerjasama dinas /instansi terkait dalam peningkatan kesejahteraan perajin dan masyarakat HSU khususnya.

"Riset juga kita laksanakan di kabupaten lain dengan penerapan program pengembangan UMKM yang sesuai, untuk HSU kita kembangkan klaster Anpulung ini," katanya.

Melalui program ini membantu pengembangan dari sektor hulu hingga hilir, karena BI memiliki banyak jaringan, maka akan membantu setiap masalah dengan menghubungkannya dengan pihak terkait.

"BI bukan pembeli , tetapi lembaga negara jadi kita membantu menghubungkan upaya dari sektor hulu hingga hilir agar sektor kerajinan ini bisa berkembang," katanya.

Permodalan

Ia mengakui jika permasalahan UMKM di kalsel umumnya terletak pada permodalan, sehingga Gubernur Kalsel dan DPRD telah membuat Peraturan Daerah (Perda) pembentukan perusahaan penjamin kredit daerah.

Hal itu agar UMKN dalam melakukan pinjaman kredit di bank selalu harus menyertakan jaminan.

Triatmo menegaskan dalam setiap proses hulu hilir dalam pengembangan klaster Unpulung ini maka BI akan menghubungkan dengan pihak terkait.

"Kebetulan BI Banjarmasin koordinator untuk seluruh Kalimantan, selain itu ada pos anggaran untuk pengembangan UMKM ini yang sudah dilaksanakan sejak 2012,bahkan anggaran pada waktu itu untuk seluruh kalimantan mencapai hampir Rp2 miliar" katanya.

BI tambah dia, berencana akan membantu peralatan bagi usaha kerajinan seperti mesin penumbuk purun, mesin press, kompressor, mesin genset, tempat jemur dan mesin jahit cangklung.



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026