Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Kongres Budaya Banjar lebih mempererat silaturrahim atau persatuan dan kesatuan, terutama

antarsesama warga Suku Banjar, baik yang tinggal di banua atau Kalimantan Selatan maupun di perantauan atau banua urang.

Hal itu dikemukakan ustadz Ibrahim Halil, "amir" perutusan Kongres III Budaya Banjar 2013 dari Sumatera Utara (Sumut) dalam perbincangan dengan Antara Kalsel, di Banjarmasin, Jumat.

Pasalnya menurut warga keturunan urang Banjar yang kini tinggal di Serdang Badagai (Sergai) Sumut itu, dalam forum Kongres Budaya Banjar bertemu sesama urang Banjar perantauan serta urang Banjar yang tinggal di banua.

"Apalagi Kongres Budaya Banjar di daerah leluhur kami, maka akan sangat bermakna dalam membuhul (mengikat) dan mempererat silaturrahim antar sesama warga Banjar yang lama tidak bertemu," tandas pegiat Al Wasliyah Sumut itu.

"Terlebih bagi warga Banjar perantauan yang tak pernah menginjakan kaki di kampung leluhurnya. Forum Kongres merupakan kesempatan yang paling bermakna dan berharga," demikian Ibrahim Halil.

Pendapat senada dari Muhammad Ramli, yang ikut rombongan Sumut menghadiri Kongres III Budaya Banjar, di Banjarmasin, 23 - 26 Oktober 2013, seraya menyatakan syukur bisa ke tanah leluhur.

"Pada Kongres III Budaya Banjar, kesempatan aku bertemu dengan sanak keluarga di tanah leluhur datuk aku, yang datuk bini urang Birayang dan dauk laki urang Aluan Sumur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah," ujarnya.

"Walau kedua datu aku sudah tiada atau lama meninggal dunia, tapi saudara sepupu dari ayahku masih banyak di banua Kalsel ini," lanjut putra kelahiran "Tanah Deli" Sergai yang pertama kali ke Banjarmasin.

Begitu pula pendapat perutusan Kongres III Budaya Banjar dari Provinsi Riau, terutama yang kini tinggal di Tambilahan atau Kabupaten Indra Giri Hilir, mereka menyambut positif atas penyelenggaraan Kongres Budaya Banjar tersebut.

Mereka berharap, Kongres Budaya Banjar tetap berlanjut, guna tetap terhubungnya silaturrahim, yang pada gilirannya lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kongres III Budaya Banjar yang berlangsung di Hotel Internasional Banjarmasin itu dihadiri perutusan urang-urang Banjar perantauan, antara lain dari Sumatera, Sulawesi dan Jawa, namun terbanyak Sumut yaitu 60 orang.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026