Oleh Imam Hanafi

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, hingga saat ini masih belum tersentuh oleh investasi.


"Sampai saat ini sektor kelautan dan perikanan di Kotabaru masih belum tersentuh oleh investasi, sehingga perlu kerja keras kita semua," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, pada acara `groundbreaking` (peletakan batu pertama) dan peresmian proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, di Banjabaru, Rabu.

Irhami mengaku, telah mengundang investor asal China untuk membangun industri pengalengan dan tepung ikan di Kotabaru.

Industri pengelangan ikan tersebut, sangat cocok dibangun di Kotabaru, mengingat jumlah nelayan cukup besar, serta Kotabaru merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Kalimantan.

Bupati menjelaskan, saat ini investor tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk pembangunan industri pengalengan ikan tersebut.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi pembangunan industri tersebut, segera terealisasi," ucapnya.

Selain perikanan tangkap, Kotabaru juga memiliki potensi cukup besar untuk perikanan budidaya, yang kini tengah dikembangkan di sejumlah daerah kecamatan di Kotabaru.

Mendukung peningkatan produksi ikan hasil budidaya, melalui dinas perikanan dan kelautan Kotabaru membangun sarana pembibitan udang, bandeng dan jenis ikan lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Kotabaru juga memiliki peluang untuk bekerjasama dengan investor untuk membangun industri yang menggunakan bahan baku rumput laut.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan `groundbreaking` (peletakan batu pertama) dan meresmikan proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang ada di Kabupaten Kotabaru, senilai Rp6,4 triliun.

"Saya sungguh berharap, semoga pembangunan sektor riil dan proyek infrastruktur yang kita lakukan groundbreaking (peletakkan batu pertama), dan resmikan pada hari ini, dapat terus berjalan dengan baik dan berguna bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat," kata Presiden.

Empat proyek yang ada di Kotabaru dan diresmikan Priesiden SBY pada kesempatan meliputi, proyek pengembangan infrastruktur pertambangan (CPP dan OC Asam Asam; CPP, OLC dan Port Kintap, CBU NPLCT) PT Arutmin Indonesia di Desa Asam-asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut dan Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, senilai Rp1,586 triliun.

Pembangunan pabrik dry iron ore PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) di Desa Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, senilai Rp1,200 triliun.

Pabrik industri hilir kelapa sawit (minyak Goreng) PT SMART Tbk di Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, senilai Rp2,360 triliun.

Pembangunan pabrik minyak goreng (refinery) dan dermaga PT Golden Hope Nusantara di Desa Sungai Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, senilai Rp1,200 triliun.

Dan satu proyek yang dimulai pembangunannya adalah, proyek pembangunan pabrik minyak sawit pamukan oleh PT PN XIII, di Kabupaten Kotabaru, senilai Rp53,5 miliar.      


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026