Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo Minggu mengatakan, angka tersebut masih jauh dari harapan yang diinginkan Pemerintah Kabupaten Kotabaru.
Dengan demikian, kata dia, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk bisa mendongkrak tingkat kelulusan siswa tersebut.
Beberapa langkah yang akan dilakukan, tambah Eko, antara lain guru pengawas yang bertugas pada ujicoba ujian nasional "tryout" di sekolah-sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sederajat di Kotabaru, diundi untuk menghindari rekayasa nilai.
"Kami ingin memperbaiki kualitas dan mutu pendidikan di Kotabaru melalui peningkatan disiplin dan transparansi mulai dari murid hingga ke dewan guru," katanya.
Oleh sebab itu, kata dia, agar tryout ini benar-benar menghasilkan nilai yang sebenarnya, pengawas yang melakukan pengawasan di ruang-ruang belajar harus diundi atau disilang.
Dengan dasar nilai tryout tahap pertama itu, ia meminta kepada semua dewan guru dan pengawas untuk benar-benar meningkatkan perhatiannya kepada anak didik dan serta lebih fokus dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kepada orang tua juga diminta untuk lebih memperhatikan anak-anaknya agar meningkatkan belajar di rumah.
"Saya minta hasil tryout ini tidak ada rekayasa, dan harus murnai agaar kita mengetahui dimana yang harus dilakukan pembenahan," terangnya.
Dijelaskan, tryout yang dilaksanakan secara serempak 28 Pebruari-3 Maret diikuti oleh siswa SMP sebanyak 3.692 orang dari 67 sekolah, dan siswa SMA sederajat sebanyak 1.849 orang dari 28 sekolah.
Meski tidak menjadi yang terbaik di Kalsel, Dodo berharap perhatian semua pihak agar nilai kelulusan dan prosentase kelulusan untuk Kotabaru jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.(C/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.