Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Hj Dewi Damayanti Said SE MM mengemukakan harapan tersebut di Banjarmasin, Senin sesudah kunjungan dan berdiskusi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Tala), provinsi setempat.
Pasalnya, menurut "Srikandi" Partai Golkar yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsek itu, belakangan tersebar isu di provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota beredar bibit perkebunan dengan dugaan palsu.
"Isu bibit perkebunan dengan dugaan palsu itu bersumber dari Tala," ungkap perempuan berdarah Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Barabai, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel tersebut.
Karenanya, wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut, perlu pula kewaspadaan terhadap persoalan bibit perkebunan palsu tersebut, kendati hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Selain masalah bibit perkebunan, Komisi II DPRD Kalsel juga menyoroti persoalan penyaluran pupuk bersubsidi hingga tingkat petani di provinsinya tersebut yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dan sebagian besar matapencaharian mereka bertani.
"Persoalan pupuk bersubsidi tersebut, kami minta tim provinsi segera turun melakukan pemantauan serta penyelesaian permasalahan bilamana terjadi," demikian Dewi Damayanti Said.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Tala Ir Ahmad Muhtadi menerangkan, potensi perkebunan di kabupatennya yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar, Kalsel tahun 1950-an itu.
Potensi perkebunan di Bumi Tuntung Pandang Tala antara lain luasan kelapa sawit 11.677 hektare (ha) dengan tingkat produksi 139.512 ton tandan buah segar (TBS), karet 14.433 ha - 8.756 ton, dan kopi 159 ha dengan tingkat produksi 159 ton.
Kemudian luasan kebun cengkeh 250 ha dengan tingkat produksi 135,25 ton, kelapa dalam 1.141 ha - 1,353 ton, serta aren 83 ha dengan tingkat produksi 510 ton, lanjutnya di hadapan rombongan Komisi II DPRD Kalsel tersebut.
Selain itu, di Tala terdapat tujuh perkebunan besar kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari (ibu kota kabupaten tersebut sekitar 65 kilometer timur Banjarmasin), PT Gawi Makmur Kalimantan, dan PT Candi Artha.
"Kesemua perusahaan perkebunan besar itu telah melakukan kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan plasmanya," demikian Ahmad Muhtadi.
Dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel yang dipimpin ketua komisinya, Imam Suprastowo dari PDIP ke Tala, 22 - 23 Desember lalu, turut serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan provinsi setempat, drh Hj Suparmie beserta jajarannya.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.