Bupati HST, H. Harun Nurasid dalam sambutannya sebelum shalat dilakukan mengungkapkan Idul Adha merupakan hari yang istimewa bgi umat Islam. Simbol keistimewaan Idul Adha, tampak nyata diwujudkan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah Qurban.
“Dalam pelaksanaan ibadah haji kita menyaksikan tidak ada perbedaan diantara umat Islam dalam strata sosial apapun. Saya mengharapkan suasana tersebut juga mewarnai kehidupan Banua Murakata. Kebersamaan dapat menghilangkan segala permasalahan dan memudahkan pembangunan di banua yang kita cintai ini,†tuturnya.
Lebih lanjut, Harun juga dalam pelaksanaan ibadah Qurban ada semangat untuk berbagi dan rasa solidaritas kepada sesama
“Dimensi persaudaraan dan kemanusiaan ada pada hari raya Idul Adha, dan semestinya juga selalu ada dan menjadi nilai utama dalam keseharian kehidupan kita,†ujarnya lagi.
Sementara itu H. Ahmad Fahmy Arief yang membawakan khotbah pada kegiatan shalat Idul Adha tersebut menceritakan tentang hakikat dari Idul Adha sebagai Hari Raya Qurban.
“Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mmilki financial berlebih, agar melaksanakan ibadah qurban sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Selain itu ibadah qurban adalah ibadah yang langsung bersentuhan dengan aspek kemanusiaan dimana hewan yang di kurbankan dapat dinikmati oleh orang banyak,†ujar dosen Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin ini.
Dalam kegiatan Shalat Ied yang diimami oleh Kepala Kantor Kemenag HST H.M. Yamani, juga diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah kabupaten HST, Ketua Majelis Ulama Indonesia kabupaten HST KH. Musa Yusuf dan para jajaran SKPD kabupaten HST.
Pewarta: FathurahmanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.