Oleh Imam Hanafi

Amuntai, (Antaranews Kalsel) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak), Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, menjelang Hari Raya Kurban saat ini mewaspadai penyebaran penyakit Jembrana pada ternak sapi yang semula berasal dari Bali.


"Karena banyak hewan kurban yang masuk ke wilayah sini jenis sapi Bali, yang acapkali membawa penyakit Jembrana," kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Hulu Sungai Utara drh I Gusti Putu Susila, melalui siaran pers pemkab setempat, Rabu.

Dia menjelaskan, banyak pedagang pengepul di Hulu Sungai Utara yang mendatangkan ternak untuk kebutuhan kurban dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang bertetangga dengan Bali.

Menurut dia, Jenis penyakit ternak itu hanya menjangkit pada sapi yang berasal dari Pulau Dewata tersebut, sehingga membuat petugas bagian kesehatan hewan (keswan) harus mewaspadai masuknya ternak yang terkena penyakit Jembarana agar tidak menular ke sapi lokal.

"Untungnya stok sapi maupun kambing sudah masuk sebulan yang lalu sehingga memudahkan kita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di semua pengumpul," ujarnya.

Meski hewan ternak yang masuk ke Hulu Sungai Utara sudah melalui pemeriksaan kesehatan dari sejumlah pos karantina, baik dari daerah asal ternak maupun di pelabuhan Banjarmasin, namun kewaspadaan tetap dijaga.

"Kita tidak memungkiri tidak sedikit pula masuk hewan ternak ini dari daerah tetangga yang dibeli warga di perdesaan tanpa semuanya bisa dikontrol," ungkapnya.

Selain penyakit Jemrana, ada juga jenis penyakit cacing hati yang kerap menyangkiti ternak kerbau rawa di Hulu Sungai Utara.

  Meski hewan ini masuk dalam daftar plasma nuftah yang dilindungi, namun pada Hari Raya Kurban daging ternak ini juga dicari warga dan dijual peternak untuk dijadikan hewan kurban.    


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026