Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, menyediakan dana sekitar Rp1,78 miliar untuk insentif 1.921 orang guru ngaji atau ustadz dan ustadzah.
Bupati HSU Abdul Wahid, melalui press rilisnya, Senin, mengatakan, meski besarnya insentif bagi tenaga pendidik TK/TP Al-Qur`an tidak begitu besar, namun karena banyaknya jumlah ustadz-ustadzah maka jumlah yang harus dibayarkan melalui dana APBD HSU terbilang cukup besar.
Bupati berencana menaikkan insntif yang saat ini masih sekitar Rp75 ribu per bulan.
Menurut Wahid, peran para ustadz dan ustadzah sangat dibutuhkan di daerahnya yang terkenal agamis, di mana taman pendidikan Al-Qur`an sangat diminati para orangtua untuk mendidik anak-anak mereka.
"Kita akan terus mendorong agar pendidikan Al-Qur`an tetap tumbuh dan berkembang guna membekali mewujudkan gemerasi muda yang Qur`ani," tandas Wahid.
Ia menegaskan tugas yang diemban guru-guru agama ini sungguh berat namun juga sangat mulia sehingga dibutuhkan komitmen dan keikhlasan mereka dalam melaksanakan tugas.
Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Hulu Sungai Utara Hasby Salim, mengatakan, sebelumnya insentif hanya diberikan Rp50 ribu perorang, kini sudah Rp75 ribu dan rencananya akan dinaikan lagi.
Ia menyadari dana yang harus dikelurakan dari APBD untuk insentif ini sudah cukup besar, karenanya pihak BKPRMI berterima kasih dan mendukung berapa pun kenaikan yang akan diberikan oleh Pemda HSU.
Atas kepedulian dan dukungan Pemda ini, maka pihak BKPRMI HSU rencananya akan mengusulkan Bupati H Abdul Wahid untuk mendapatkan penghargaan peniti emas dari BKPRMI pusa,t pada Acara Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingkat nasional tahun depan.
Hasby tidak lupa menyampaikan penghargaan kepada para donatur, seperti H Ahmad Farhani salah seorang tokoh pengusaha setempat yang juga akan diusulkan mendapat peniti emas untuk kategori pengusaha.
Meski setiap bulan para ustadz-ustadzah BKPRMI mendapat bantuan insentif, namun untuk pembinaan para ustadz dilakukan secara mandiri dan swadaya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.