Sekolah Menengah Atas di Kotabaru, Kalimantan Selatan menganjurkan kepada para siswa untuk membawa kursi sendiri ke sekolah karena kursi di sekolah tidak layak pakai.

Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kotabaru H. Umar Dani Mpd, di Kotabaru, Jumat mengatakan, pihak sekolah terpaksa menganjurkan hal itu, mengingat fasilitas berupa meja dan kursi di sekolah setempat tidak layak pakai.

"Bahkan kami juga telah membeli kursi plastik untuk menanggulangi sementara namun kursi itu kini juga rusak," katanya.

Menurut dia, anjuran agar siswa membawa kursi sendiri itu khusus bagi siswa kelas I yang akan naik ke kelas II jurusan IPA karena kursi di tiga kelas jurusan IPA sudah rusak semua.

Siswa yang dianjurkan untuk membeli kursi sendiri hanya dari kalangan keluarga mampu sedangkan dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan keringanan untuk tidak membeli kursi sendiri dan akan difasilitasi pihak sekolah.

"Kursi yang telah dibeli siswa tersebut juga menjadi hak milik siswa yang bersangkutan dan boleh dibawa pulang setelah mereka lulus nanti," katanya.

Umar mengatakan harga kursi Rp350 ribu perunit dan kursi itu dapat dibeli langsung para siswa dengan dikoordinir Komite Sekolah.

Masalah kerusakan kursi di SMA Negeri 1 Kotabaru, menurut dia telah disampaikan kepada dinas pendidikan dan Pemkab Kotabaru.

"Namun hingga kini belum dapat dipenuhi dan kami tidak tahu apa masalahnya. Sedangkan mengenai kekurangan ruang belajar tahun ini kami dapat dana untuk menambah dua ruang belajar," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kotabaru H. Fathusysyar'i MSi mengatakan mengenai pembelian kursi menjadi kewenangan sekolah dan siswa.

"Seiring otonomi sekolah setiap sekolah diberi kebebasan mengatur rumah tangga sendiri bukan lagi menjadi tugas pihak dinas," katanya.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026