Oleh Yose Rizal
Martapura, (Antaranews Kalsel) - Jajaran Kepolisian Resor Banjar, Kalimantan Selatan, masih memburu pelaku perampokan kantor Pegadaian unit Pasar Batuah Jalan Sekumpul Raya Martapura Kabupaten Banjar yang terjadi, Senin (30/9).


Kapolres Banjar AKBP Daru Cahyono melalui Kasat Reskrim AKP Ade Papa Rihi di Martapura, Rabu mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan saksi korban dan saksi lainnya yang mengetahui kejadian itu.

"Dua saksi korban yakni pegawai wanita putri dan anggota satpam, Novi sudah kami mintai keterangan serta lima orang saksi lain yang mengetahui kejadian," ujar kasat reskrim.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat dukungan dari personil Polda Kalsel untuk menyelidiki kasus perampokan yang hanya berhasil membawa kabur uang tunai Rp1,5 juta milik Putri.

"Kami bersama personil Polda Kalsel juga masih mempelajari rekaman CCTV dan memperjelas gambarnya untuk mengenali wajah pelaku sehingga bisa mengungkap kasusnya," ungkap dia.

Menurut dia, pihaknya cukup kesulitan mengidentifikasi empat pelaku kejahatan yang tergolong pencurian dengan kekerasan (curas) itu karena saat beraksi menggunakan helm penutup wajah.

Selain itu, saksi korban baik Putri maupun Novi juga kesulitan mengenali wajah pelaku yang mengenakan seragam bertuliskan "pegadaian" karena tertutup helm yang diduga sengaja dilakukan agar tidak dikenali.

"Saksi korban kesulitan untuk menggambarkan wajah pelaku karena tertutup helm, sehingga kami juga kesulitan membuat sketsaa wajah yang berguna memudahkan pencarian para pelaku," ungkapnya.

Dikatakan, melihat aksi kawanan pelaku yang melakukan aksinya pada pagi hari, diduga mereka sudah mempelajari situasi di sekitarnya sehingga mereka berani menjalankan aksi saat suasana masih sepi.

Namun, ia menduga kawanan pelaku bukan teroris tetapi hanya penjahat biasa yang beraksi dengan cara profesional dan menutup wajah untuk menghindari dikenali orang lain.

"Pelakunya memang terbilang profesional karena mereka menutupi wajah agar tidak dikenali, tetapi kami yakin mereka bukan anggota teroris tapi penjahat biasa," katanya.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026