Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah sedang menyelidiki dugaan manipulasi data yang dilakukan beberapa perusahaan perkebunan sawit dan tambang di Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah Mekar Satria Utama pada media gathering di Banjarmasin, Rabu mengatakan ada beberapa perusahaan wajib pajak yang diduga melakukan manipulasi data.
"Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data di lapangan, terhadap dugaan manipulasi data tersebut, sehingga belum bisa kita sebutkan kemungkinan nilai kerugian akibat manipulasi tersebut," katanya.
Mekar mencontohkan, dugaan manipulasi data yang dilakukukan salah satu perusahaan perkebunan misalnya, perusahaan tersebut memiliki kebun seluas 100 hektare, tetapi yang dilaporkan hanya 70 hektare.
Artinya, ada selisih pendapatan atau penghasilan dari perkebunan tersebut yang tidak dilaporkan ke kantor pajak hingga 30 hektare, sehingga kerugian yang ditimbulkan sebesar selisih data yang tidak dilaporkan tersebut.
Menurut Mekar, potensi pajak yang cukup besar di Kalsel adalah dari sektor pertambangan dan perkebunan, selain jasa konstruksi dan perdagangan, sehingga bila sektor tersebut mengalami gangguan maka pendapatan pajak Kalsel juga akan terganggu.
Sedangkan di Kalimantan Tengah, potensi pajak terbesar adalah industri dan kelapa sawit yang menyokong pendapatan pajak wilayah Kalsel dan Kalteng.
Sebelumnya, Mekar Satria Utama, mengatakan di tahun 2012 penerimaan pajak di dua provinsi itu melebihi dari target yang ditentukan, yakni 106,02 persen.
Menurut Mekar tingkat kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan wajib pajak orang pribadi di tahun 2012 berkisar 54,16 persen mendekati target nasional yang mencapai 62 persen.
"Tercatat sebanyak 230.878 SPT Tahunan PPh OP telah diterima dari jumlah wajib pajak sebanyak 426.268 di seluruh wilayah Kalsel-teng," kata Satria.
Sedangkan target penerimaan pajak tanpa PBB 2013 di Kalsel sebesar Rp 6,22 triliun dan wilayah Kalteng berkisar Rp 3,87 triliun. Jumlah seluruh penerimaan pajak tanpa PBB 2013 untuk wilayah Kalsel-teng mencapai Rp10,089 triliun.
Mengenai potensi di tahun 2013, Kanwil DJP Kalsel-teng telah memfokuskan pada lima sektor unggulan, antara lain, pertambangan batu bara, perkebunan sawit, perdagangan besar, jasa konstruksi dan bendahara.
"Lebihnya target penerimaan dari Kalsel-Teng tidak lepas dari dukungan semua pihak. Pemerintah provinsi maupun kabupaten kota," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.