Barabai, (Antaranews Kalsel) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, H Harun Nurasid mengungkapkan, pemilih di kabupatennya Pemilu 2014 meningkat 25 persen dibandingkan dengan Pemilu 2009.
Ia mengemukakan itu menjawab Antara Kalsel yang menyertai audensi Panitia Halal Bihalal Himpunan Kerukunan Keluarga Besar (HKKB) Murakata Kalsel dengan Bupati HST di Barabai (165 km utara Banjarmasin), ibu kota kabupaten tersebut, Selasa.
"Pada Pemilu 2009 pemilih di `Bumi Murakata` HST tercatat 160.000 orang, dan kini atau untuk Pemilu 2014 meningkat menjadi 20.000 orang lebih," ungkapnya, didampingi Asisten Sekreterait Daerah (Setda) kabupaten setempat Wildon.
Orang nomor satu di jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) tersebut, berharap, bukan saja jumlah pemilih yang bertambah, tapi juga warga HST yang menggunakan hak memilih tersebut, meningkat.
Bupati satu-satunya saat ini menyandang gelar doktor dari 13 kabupaten/kota di provinsi tersebut, tampak optimistis akan terjadi peningkatan warga daerahnya yang mempunyai hak memilih, menggunakan haknya.
"Kalau pada Pemulu 2009 hanya sekitar 30 persen pemilih di Bumi Murakata yang tidak menggunakan haknya dalam memilih. Kita berharap pada Pemilu 2014 jumlah tersebut makin menurun," lanjutnya yang juga didampingi Kabag Humas Pemkab setempat Ramadhan.
"Selain itu, kita berharap, hingga pascapemilu 2014 HST dalam keadaan kondusif, sehingga program pembangunan daerah dan masyarakat setempat dapat berjalan aman dan lancar," demikian Harun Nurasid.
Audensi Panitia Halal bihalal HKKB Murakata Kalsel yang dipimpin ketuanya H Hesly Junianto itu, untuk meminta sambutan dan dukungan Bupati HST terhadap kegiatan yang akan digelar di Mahligai Pancasila Banjarmasin, 21 September 2013.
Pada kesempatan tersebut Hesly juga mengungkapkan, warga HKKB Murakata Kalsel banyak yang ikut mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, dengan partai politik (parpol) yang cukup beragam dan rencananya diumukan pada acara halal bihalal.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.