Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Selatan pada Agustus 2013 tercatat 104,07 atau turun 1,18 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya, kata Kepala Bidang Distribusi, Badan Pusat Statistik Kalsel, Arih Prasetyo, Senin.

Begitu pula NTP Kalsel Juli 2013 tercatat 105,32 atau turun 0,96 persen dibandingkan Juni 2014 yang tercatat mencapai 106,34, kata Arih Prasetyo dalam jumpa pers di kantor BPS Kalsel di Jalan KS Tubun Banjarmasin.

Menurut dia, turunnya NTP Kalsel pada Agustus 2013 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan 0,33 persen, sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) mengalami kenaikan yang lebih besar, yaitu 1,52 persen.

Dalam kaitan NTP di Kalsel pada Agustus 2013, tercatat It 149,54 dan Ib 143,68, lanjutnya, didampingi Kepala Bidang Statistik BPS Kalsel Fakhri.

Ia menerangkan, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib) merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.

Dilihat dari subsektornya, tambahnya, ada empat subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP dan hanya satu yang malah menurun.

Dua subsektor pertanian yang mengalami penurunan tersebut, yaitu subsektor tanaman pangan turun 1,55 persen dan subsektor hortikultura turun sebesar 1,15 persen.

Selain itu, subsektor peternakan turun sebesar 0,61 persen, dan subsektor perikanan turun 1,06 persen. Sementara yang mengalami kenaikan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,03 persen.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel, lanjutnya, naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga perdesaan sebesar 1,90 persen menunjukkan terjadinya inflasi di predesaan akibat naiknya indeks pada subkelompok bahan makanan 2,98 persen.

Selain itu, subkelompok makanan jadi naik 0,20 persen, subkelompok perumahan naik 0,19 persen, subkelompok sandang naik sebesar 1,59 persen, serta subkelompok kesehatan nasik 0,32 persen.

Kemudian subkelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik sebesar 0,06 persen, serta subkelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 1,02 persen.

"Pada Agustus 2013, secara nasional, Kepulauan Riau kembali mengalami kenaikan NTP tertinggi, yaitu sebesar 1,08 persen dan bulan sebelumnya (Juli 2013) NTP provinsi tersebut 0,69 persen," ungkapnya.

"Sebaliknya pada Agustus 2013, Provinsi Bengkulu mengalami penurunan NTP terbesar yaitu 1,58 persen, dan sebelumnya (Juli 2013) Jambi yang mengalami penurunan NTP terbersar yaitu 2,47 persen," demikian Arih. 


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026