Oleh Ulul Maskuriah



Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Provinsi Kalimantan Selatan sedang mempersiapkan 80 ribu generasi qurani melalui lembaga taman kanak-kanak Alquran atau TKA dan taman pendidikan Alquran (TPA).

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan di Banjarmasin, Senin mengatakan Pendidikan Al Quran khususnya melalui lembaga Taman Kanak-kanak Al Quran (TKA) dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) sangatlah penting pada zaman sekarang ini.

"Pengembangan pendidikan melalui TPA/TKA sangat penting untuk terus digalakkan sebagai penyeimbang kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban yang terus berkembang dari waktu ke waktu," katanya.

Apalagi, saat ini teknologi informasi berkembang cukup dahsyat, dan sangat mudah diakses hanya dalam waktu hitungan detik melalui HP maupun lainnya.

Bila kemajuan tersebut tidak diimbangi dengan landasan iman yang cukup kuat, dikhawatirkan kemajuan teknologi tidak membawa kebaikan tetapi justru lebih besar dampak negatifnya.

Menurut Wagub, kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban dengan bermunculannya aneka permainan yang menarik, sangat berpengaruh bagi perkembangan anak, karena tidak sedikit anak-anak lebih menggemari permainan tersebut daripada membaca al Quran.

Kondisi tersebut, tambah dia, menjadi tantangan bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam membina dan membentuk karakter anak.

"Mengenalkan AlQuran dan Pendidikan Al Quran sejak dini bagi anak sangat dibutuhkan sebagai filter yang kuat, untuk menyaring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi," katanya.

Sebelumnya Ketua DPW BKPRMI Kalsel Ahmad Rizqon mengungkapkan, sejak berdiri pada 14 Agustus 1989, BKPMRI berkembang sebagai pelopor gerakan baca tulis Al Quran di Indonesia.

Saat ini di Kalimantan Selatan terdaftar sebanyak 2.507 TKA/TPA, dengan 15.009 orang ustadz dan ustazdah.

Sedikitnya tercatat 80 ribu santri aktif, sedangkan selama 24 tahun BKPRMI Kalsel telah mengkhatamkan sebaganyak 110 ribu santri/santriwati

Metode baca tulis Al Quran ikro yang lahir di Yogyakarta, namun perangkat administrasi lahir di Banjarmasin, dari system kurikulum dan supervisinya di dibahas di Banjarmasin melalaui sebuah lokakarya nasional tentang gerakan TK/TPA tahun 1990.


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026