Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Selatan diminta berjuang mengurangi jumlah masyarakat yang tidak berpartisipasi (golput) pada Pemilu 2014.
Ketua DPC PPP Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin di Banjarmasin, Selasa mengungkapkan, saat ini partainya mengandalkan para Caleg untuk bisa mengambil hati masyarakat untuk berperan aktif dalam Pemilu 2014.
"Saat ini kita terus melakukan sosialisasi terkait Pelaksanaan Pemilu 2014, selain itu seluruh Caleg juga harus pandai mengambil hati masyarakat untuk berperan aktif pada pemilu mendatang," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan PPP untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu yaitu, dengan memperbaiki kader-kader calon legislatif dari PPP, baik itu pendidikan dan sumber daya manusia yang lebih kompeten.
Menurut Aditya yang kini duduk sebagai anggota DPR-RI tersebut, saat ini PPP banyak mengget kader-kader baru dari tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani karena rekam jejaknya yang cukup bagus di masyarakat.
Hanya saja, tambah dia, kader-kader baru tersebut belum begitu memahami tentang politik, sehingga kini mereka masih dalam tahap belajar.
"Tapi saya yakin dalam waktu tidak lama mereka bisa memahami tentang politik lebih baik, dan bisa meningkatkan perolehan suara dari PPP terutama yang di Banjarbaru," katanya.
Menurut dia, khusus Banjarbaru, PPP optimistis mampu mendapatkan 5-6 kursi atau naik dibanding saat ini yang hanya sekitar tiga kursi.
Terkait politik uang dalam pemilu, menurut dia politik uang masih cukup besar pengaruhnya di masyarakat, sehingga perlu pendidikan politik yang terus menerus agar masyarakat sadar bahwa masa depan bangsa jauh lebih penting dibanding uang.
"Politik uang masih cukup besar pengaruhnya, terbukti beberapa kali kita akan sosialisasi, sebagian masyarakat meminta agar langsung dibagikan uang, tanpa harus pidato, ini tentu sangat memprihatinkan," katanya.
Aditya berharap, dengan adanya kader PPP yang lebih kompeten yang bakal bertarung pada 2014 nanti, akan mampu membangun daerah dengan lebih bersih dan jujur.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan Samanhuddin Muharram mengatakan pihaknya akan mencari model sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 yang diperkirakan akan menurun.
"Diperkirakan partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif 2014 akan menurun, karena banyak masyarakat yang apriori terhadap para calon anggota legislatif," katanya.
Mengantisipasi hal tersebut, kata dia, KPU akan segera mencari model untuk melakukan sosialisasi sehingga tumbuh kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam memilih wakil-wakil mereka.
Model sosialisasi tersebut akan segera dirumuskan dengan menerima masukan dari berbagai pihak. "Kita optimistis masih bisa meningkatkan partisipasi pemilih, terutama pada saat pemilihan presiden," katanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.