Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ratusan penumpang kapal laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan masih terlantar walaupun Administrator Pelabuhan telah mencabut larangan berlayar yang dikeluarkan sejak 22 Juli 2013 akibat cuaca buruk.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Tri Pudiananta di Banjarmasin, Senin mengungkapkan, pihaknya telah mencabut larangan berlayar bagi kapal besar maupun kecil seiring dengan meredanya cuaca buruk dan gelombang laut.
"Sore ini kapal Gerbang Samudra mulai berangkat dengan membawa ratusan penumpang yang sempat tertunda pelayarannya," katanya.
Menurut Tri, kapal Gerbang Samudra yang membawa ratusan penumpang yang telah menunggu di pelabuhan rata-rata selama 15 jam bahkan ada yang dua, hari siap berangkat.
Selain itu, beberapa truk kosong maupun dengan memuat berbagai hasil bumi dari Kalsel juga diangkut dalam kapal tersebut.
"Sedangkan untuk penumpang kapal Egon harus tetap bertahan, hingga kapal benar-benar siap berangkat," katanya.
Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat ratusan penumpang kapal laut terlantar di pelabuhan Trisakti Banjarmasin karena kapal yang akan mereka tumpangi tidak berani berlayar.
Menurut Pudiananta, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika, satu pekan terakhir terjadi cuaca buruk dan gelombang laut diatas rata-rata.
Kondisi tersebut, kata dia, sangat membahayakan pelayaran, sehingga Adpel mengeluarkan larangan berlayar.
"Karena larangan tersebut akhirnya beberapa kapal dari Surabaya tujuan Banjarmasin dan sebaliknya, batal berangkat, dan baru hari ini ada yang berlayar," katanya.
Salah seorang penumpang kapal tujuan Surabaya Mista mengungkapkan, sudah menunggu di Pelabuhan Tri Sakti selama 15 jam, tanpa keterangan pasti kapan akan diberangkatkan.
"Tidak ada informasi yang pasti, katanya karena gelombang besar, sehingga tidak ada kapal yang berani berlayar," katanya.
Menurut Pudiananta, cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, sehingga pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMG untuk memastikan kondisi cuaca dalam setiap minggunya,
Sebelumnya, sejak 22 Juli Adpel Banjarmasin mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal kecil maupun besar.
Perairan laut Jawa membahayakan pelayaran karena ketinggian gelombang sempat mencapai 5 meter.
Tak hanya calon penumpang yang terlantar puluhan truk pengangkut berbagai macam barang tujuan pulau Jawa juga tertahan hingga menumpuk di pelabuhan Banjarmasin dan joko salah satu sopir truk tujuan Surabaya mengaku sudah 4 hari tertahan di pelabuhan.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.